Ramadan

Syarat dan Rukun Itikaf, Berburu Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan

Pada malam Lailatul Qadar, amal yang dilaksanakan pada malam itu memiliki nilai lebih dibandingkan amal-amal yang dilakukan di malam-malam lainnya.

Syarat dan Rukun Itikaf, Berburu Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadhan
instagram/teukumalikridwan
Umat Muslim yang melaksanakan Itikaf di Masjid 

BANGKAPOS.COM - Pada 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh penjuru dunia akan melaksanakan itikaf.

Melaksanakan itikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan dimaksudkan untuk mencari Lailatul Qadar.

Pada malam Lailatul Qadar, amal yang dilaksanakan pada malam itu memiliki nilai lebih dibandingkan amal-amal yang dilakukan di malam-malam lainnya.

Dilansir Tribun Travel dari rumaysho.com, jika ingin beri’tikaf selama 10 hari terakhir bulan Ramadan, maka seorang yang beritikaf mulai memasuki masjid setelah salat subuh pada hari ke-21 dan keluar setelah salat subuh pada hari Idul Fitri menuju lapangan.

Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits ‘Aisyah, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ فِى كُلِّ رَمَضَانَ ، وَإِذَا صَلَّى الْغَدَاةَ دَخَلَ مَكَانَهُ الَّذِى اعْتَكَفَ فِيهِ – قَالَ – فَاسْتَأْذَنَتْهُ عَائِشَةُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa beritikaf pada bulan Ramadan.

Apabila selesai dari salat subuh, beliau masuk ke tempat khusus itikaf beliau.

Dia (Yahya bin Sa’id) berkata: Kemudian ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meminta izin untuk bisa beri’tikaf bersama beliau, maka beliau mengizinkannya.”

Namun para ulama madzhab menganjurkan untuk memasuki masjid menjelang matahari tenggelam pada hari ke-20 Ramadan.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved