Berita Belitung Timur
Mantan Bupati Beltim Basuri Tampik Kabar Dirinya Miliki Pulau Pribadi
Yang jelas Pulau Nepi bukan milik saya dan seingat saya milik ayahanda saya, jadi informasi darimana
BANGKAPOS.COM, BELITUNG --Mantan Bupati Belitung Timur Basuri Thahaja Purnama, menampik kabar bahwa dirinya memiliki pulau pribadi.
Saat dihubungi posbelitung Basuri menyampaikan bahwa pulau yang diketahui pulau Nepi tersebut adalah milik ayahandanya.
"Yang jelas Pulau Nepi bukan milik saya dan seingat saya milik ayahanda saya, jadi informasi darimana kalau pulau nepi milik saya?," ujar adik dari Basuki Tjahaja Purnama tersebut kepada posbelitung, Minggu (19/5/2019)
Seperti yang dimuat di bangkapos.com sebelumnya tanggal 17 Mei 2016 disebutkan beberapa figur ternama di pulau Belitung memiliki pulau pribadi, yang mana dari berita tersebut ada nama Basuri yang memiliki pulau pribadi.
Namun Basuri menegaskan bahwa
Pulau itu bukan miliknya seperti yang dikabarkan atau dimuat di berita-berita, menurutnya kepemilikan pulau tersebut tanpa konfirmasi darinya terlebih dahulu.
Pada edisi 17 Mei 2016 lalu dituliskan, Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra disebut menguasai dua dari 26 pulau yang dikuasai individu perorangan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).
Hal itu berdasarkan data yang tercatat di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Beltim
Dua pulau yang disebut dikuasai Yusril adalah Pulau Memperak dan Airmasin. Di Memperak, Yusril tertulis memiliki kebun kelapa dan vila. Sedangkan di Airmasin, tidak tertulis keterangan apapun.
Selain Yusril, Pulau Airmasin juga dikuasai empat warga Beltim lainnya.
Yusril mengatakan kepemilikan pulau di Belitung adalah hal biasa. Akan berbeda jika hal itu terjadi di daerah lain, terutama Jakarta. Menurutnya, di Jakarta, orang yang memiliki pulau disebut orang kaya.
"Di sini, tukang mancing aja punya pulau. Kaya apaan, biasa aja," ujar Yusril ditemui Pos Belitung (Grup Bangka Pos) usai acara sosialisasi UU Nomor 30 Tahun 2014 tentang Tata Administrasi Pemerintahan, di kantor Pekab Betim, Jumat (13/5/2016).
pemilik pulau pribadi
No Nama Pulau Pengelola
1 Nangka Lina, Rahaban, Surtina
2 Penanas Tataro
3 Siadung Sofyan
4 Memperak Yusril
5 Pesambung Dg Matareng
5 Tengah Mattang
6 Gresik H Idrus/Duruk
7 Karangraya Wahek
8 Tempuling Rasik
9 Buronggantong H Sulaeman
10 Marai Kuluk, Hamzah, Rizwan (Buyung), Khairul Effendi
11 Airmasin Yusril, Firdaus (Yunai), Arpan Rinan, Kilun (Padrun), A'al
12 Menterus Ibrahim
13 Kenek Kinang
14 Sekepar Condrat, Abdul Patah
15 Melidang Tamang, Kamil
16 Berlian H Ambok, Burhanudin S
17 Sukun Burhanudin S
18 Rotan Rahman
19 Air Pendi
20 Nepi (ralat bukan milik Basuri Thahaja Purna)
21 Tapok Ani
22 Memperang Markan
23 Pekandis Bahani
24 Ayam Etok
25 Kran Hokui
26 Sembilan Yanto
Sumber: Dinas Keluatan dan Perikanan Belitung Timur (*/mun)
Izin pengelolaan
Lebih lanjut Yusril mengatakan pulau-pulau kecil jika hendak dikelola memang harus mengantongi izin yang rekomendasinya dari menteri kelautan.
Kemudian, sesuai otonomi daerah, izinnya dari pemerintah setempat. Jadi kalau orang-orang di Belitung mempunyai pulau, diakui oleh hukum adat bahwa itu milik mereka, maka silakan diurus izin pengelolaannya.
"Kemarin surat edaran yang diberikan bupati itu keliru. Tapi saya beritahu harus diperbaiki. Itu cuma surat edaran, dan surat edaran ini tidak mempunyai akibat hukum apa-apa. Pak bupati menyadari bahwa itu keliru," kata Yusril.
Adik Bupati Beltim Yuslih Ihza ini menyatakan, pulau-pulau kecil ini akan lebih baik dimiliki, karena bisa diurus, sehingga ada yang bertanggung jawab.
"Jangan sampai kayak kemaren, pulau kosong seperti Pulau Sepadan, kan jadi masalah," ucapnya.
Terkait perizinan dan penyertifikatan, menurut Yusril, Badan Pertanahan Nasional (BPN) bisa saja mengeluarkan sertifikat, walaupun mungkin tidak bisa seluruh pulau.
Namun konsep memiliki pulau juga harus diluruskan terlebih dahulu.
Dibangun resort
Mengenai pengelolaan Pulau Memperak, Yusril menyatakan, selama ini pihaknya secara efektif telah menjaga kelestarian, seperti penyu. Jika tidak dijaga, sudah sejak lama pulau akan rusak.
Pihaknya pun sudah membuat memorandum of understanding (MoU) dengan pemerintah Republik Cecil di Afrika, dalam hal ini mendesain Pulau Memperak dalam bentuk resort.
"InsyaAllah dalam waktu dekat bisa diselesaikan," ujarnya.
"Bersamaan dengan itu, juga akan mengembangkan kawasan Burung Mandi untuk golf. Sekarang ini dalam tahap mengurus izin prinsip. Kalau udah (izin beres), ini mau start saja bersama pak Gita Wiryawan," ujarnya lagi.
Terkait rumor penjualan Pulau Ayam, Yusril, berpendapat, hal itu bukan dalam pengertian menjual pulau, tetapi si pemilik hendak menjual tanah di Pulau Ayam.
"Apa bedanya jual tanah di Pulau Jawa. Kan jual tanah juga. Gak pernah bilang jual Pulau jawa. Kalau ada yang mau beli, terus dibeli, mengajukan hak kelola, sah saja. Tapi jangan dikasih dengan orang asing, itu tidak boleh," katanya.(Posbelitung/Suharli)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/basuri-tjahaja-purnama-niii_20160509_232658.jpg)