Berita Bangka Tengah

Penambangan Liar Seakan Tak Jera, Polres Bateng Akan Terus Lakukan Penertiban

Kita beri waktu untuk mereka mengangkut peralatannya sampe siang. penertiban ini akan terus kami

Penambangan Liar Seakan Tak Jera, Polres Bateng Akan Terus Lakukan Penertiban
Bangka Pos/Jhoni
Penambang TI Ponton yang diberikan kesempatan untuk mengangkut perlengkapan sebelum diamankan oleh Kepolisian Resor Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA--Untuk kesekian kalinya, Tim Polres Bangka Tengah bersama Polsek Koba melakukan penertiban aktivitas tambang inkonvensional (TI) jenis Rajuk atau Ponton baik itu di Kolong Pungguk, Marbuk ataupun Kinari yang berlokasi di Koba.

Penertiban demi penertiban tak ada habisnya yang dilakukan oleh tim.

Sebut saja pada Jumat lalu, (17/5/2019) tim yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Bangka Tengah, Kompol Sarwo Edi Wibowo bersama Kasat Intelkam, AKP Anwar Panuju Widodo, Kapolsek Koba, AKP Andri Eko Setiawan, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bateng, Kasi Provam serta 50 personil Polres Bateng dan 10 personil dari Polsek Koba melakukan penertiban di kawasan Pungguk Kelurahan Koba.

Tiga hari setelahnya, Senin (20/5/2019) penertiban kembali dilakukan oleh puluhan tim dari Polres Bateng yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bateng, AKBP Edison Ludy Bard Sitanggang di kawasan Merbuk, dimana kawasan ini sangat berdekatan dengan Pasar Modern Koba.

Tindakan yang diambil oleh Polres Bangka Tengah yaitu memberikan kesempatan kepada pelaku pertambangan untuk mengamankan perlengkapannya sebelum nantinya ditindak lanjuti oleh tim Polres Bangka Tengah.

"Kita beri waktu untuk mereka mengangkut peralatannya sampe siang. penertiban ini akan terus kami lakukan untuk menghindari adanya penindakan dari masyarakat yang semakin berang", ujar AKBP Sitanggang

AKBP Sitanggang menyebutkan kawasan yang dijadikan tempat bertambang tersebut merupakan aliran sungai yang ketika dibiarkan dieksploitasi akan menimbulkan kekhawatiran bahkan bencana bagi masyarakat Koba.

Kabag Ops yang memimpin penertiban pada Jumat lalu juga menuturkan, bila aktivitas ini terus berjalan, selain merusak lingkungan, dapat pula semakin membuka pintu untuk para penambang lainnya untuk datang dan untuk menambang.

"Apabila dibiarkan akan semakin banyak para penambang berdatangan, sehingga berpotensi terjadinya pro dan kontra dimasyarakat yang dapat menyebabkan konflik sosial dan konflik kepentingan secara pribadi dan golongan,"pungkasnya (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: tidakada016
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved