Berita Sungailiat

Permudah Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga, Dinkes Inisiasi Inovasi SMART IN-PIRT

Inovasi ini bertujuan untuk memangkas waktu pengurusan sertifikat perizinan PIRT bagi pelaku usaha pangan

Permudah Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga, Dinkes Inisiasi Inovasi SMART IN-PIRT
Bangkapos/Riki
Plt Sekda Bangka Akhmad Mukhsin Meluncurkan Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yaitu Aplikasi Sistematis, Modern, Akuntabel, Responsif, Terpadu- Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga disingat SMART IN-PIRT, di di ruang OR Setara Pemda Kabupaten Bangka, pada Senin (20/5/2019).? 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Plt Sekda Bangka Akhmad Mukhsin meluncurkan Inovasi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka yaitu Aplikasi Sistematis, Modern, Akuntabel, Responsif, Terpadu- Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga disingat SMART IN-PIRT, di di ruang OR Setara Pemda Kabupaten Bangka, pada Senin (20/5/2019).


Inovasi ini bertujuan untuk memangkas waktu pengurusan sertifikat perizinan PIRT bagi pelaku usaha pangan industri rumah tangga di Kabupaten Bangka.

Latar belakang Aplikasi ini, karena persoalan lamanya waktu dalam pengurusan sertifikat P-IRT banyak dikeluhkan oleh pengusaha-pengusaha kecil di Kabupaten Bangka karena harus menunggu pelaksanaan jadwal Penyuluhan Keamanan Pangan/PKP yang dilaksanakan oleh Seksi Farmasi dan Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka  yang hanya 1-2 kali dalam 1 Tahun Anggaran. 


Selain sertifkat laik hygene, sertifikat PKP merupakan prasyarat yang harus dilewati oleh pengusaha untuk mendapatkan sertifikat perizinan PIRT.

Sehingga butuh waktu minimal 6 bulan untuk mendapatkan sertifikat PIRT bagi para pengusaha yang mengajukan perizinan dengan kuota terbatas.

Untuk mengatasi keluhan pengusaha, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr. Then Suyanti, MM meluncurkan sebuah Inovasi SMART IN-PIRT,

yaitu sebuah inovasi berbasis teknologi terintegrasi untuk proses penerbitan perizinan/sertifikasi PIRT yang juga sekaligus pengurusan sertifikat PKP dan laik hygiene yang menjadi syarat wajib dalam perizinan PIRT.

"Aplikasi SMART IN-PIRT merupakan aplikasi yang sistematis, modern, terukur/akuntabel, responsif dan terpadu untuk memangkas lamanya perizinan PIRT dari 6 bulan menjadi Hanya 5 hari kerja untuk produk  Pangan makanan dan 12 hari kerja untuk produk pangan minuman,"ungkap Kepala Dinas Kesehatan Then Suyanti, kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Sebelum adanya Aplikasi SMART IN-PIRT, pengurusan Sertifikat PIRT yang selama ini diberlakukan di Kabupaten Bangka bahkan di Kabupaten-kabupaten lainnya di Indonesia.

"Pertama pengusaha harus datang ke Dinas Kesehatan untuk menanyakan prosedur penerbitan sertifikat, kemudian Pengusaha disampaikan tata cara pengurusan sertifikat yang langkah awalnya adalah pengusaha harus mengisi formulir pengusulan laik hygiene sanitasi dan pengajuan mendapat pelatihan keamanan pangan (PKP) dan diketahui oleh Kepala Puskesmas setempat dimana usaha tersebut berada,"lanjutnya.

Untuk memenuhi ini, sambungnya maka pengusaha harus kembali ke Puskesmas dimana lokasi tempat tinggal dan tempat usahanya berada.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved