Berita Pangkalpinang

Rawan Banjir di Muntok, Markus: Tidak Mungkin Bisa Kami Tangani Sendiri

Bupati Bangka Barat Markus mengatakan aliran sungai di Muntok pasti akan meluap ketika hujan lebat saat pasang laut sedang tinggi.

Rawan Banjir di Muntok, Markus: Tidak Mungkin Bisa Kami Tangani Sendiri
BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN
Rapat Pemprov Babel dengan Pemkab Babar membahas penaganan daerah rawan banjir di Muntok, Senin (20/5/2019). Rapat berlangsung di Ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur Babel. 

BANGKAPOS.COM - Bupati Bangka Barat Markus mengatakan aliran sungai di Muntok pasti akan meluap ketika hujan lebat saat pasang laut sedang tinggi. Hal ini perlu penanganan khusus, pihaknya berharap Muntok tak lagi direndam banjir.

Ini disampaikan Markus pada rapat bersama Pemerintah Provinsi Babel di ruang Tanjungpendam, Kantor Gubernur, Senin (20/5/2019).

Penanganan daerah rawan banjir Muntok dibahas dalam rapat tiga jam yang digelar setelah peninjauan Gubernur Babel Erzaldi Rosman ke Muntok baru-baru ini.

"Kalau hanya Babar sendiri, tidak mungkin bisa kami tangani sendiri. Jadi kami berharap, bersama-sama kita tangani ini," kata Markus ditemui seusai rapat tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Babel Noviar Ishak mengatakan rapat tersebut membahas fokus penanganan daerah rawan banjir berupa penataan saluran Kampung Ulu, Muntok, pembuatan kolong retensi sekitar 2,8 hektare, dan pengerukan muara.

Tahun ini Bangka Barat sudah mengalokasikan pembuatan cek dam (tanggul penghambat) senilar Rp 10 miliar dan pengerukan saluran senilai Rp 2,5 miliar.

"Tetapi sebagus apapun itu, kalau pengerukan tidak dilakukan di muara akan percuma," kata Noviar.

Pengerukan muara ini direncanakan akan dilakukan oleh pihak ketiga, yakni Forum Peduli Banjir Babar. Pihak ketiga akan mengeruk lalu mengambil pasir di muara menggunakan ponton lalu diangkut tongkang untuk dijual.

Noviar menyebut rencana ini perlu kajian teknis, kajian lingkungan, dan kajian perhitungan biaya hingga pajak pasir yang diambil.

"Ini harus dihitung-hitung dulu," katanya.

Muntok Banjir Karena Masalah Hulu dan Hilir

Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah mengatakan, daerah rawan banjir di Muntok disebabkan oleh masalah hulu dan hilir. Di hulu, banjir diiakibatkan banyaknya aktivitas penambangan dan ini memerlukan penaganan yang komprehensif.

Sementara di hilir, terjadi sedimentasi mulai dari saluran hingga ke muara Muntok sehingga memerlukan keberadaan kolong retensi dan pengananan-penanganan khusus lainnya.

"Setelah ini kami akan bertemu lagi untuk membahas teknis dan spesifik yang mendalam terkait ini. Di situ kami akan berbagi peran, siapa melakukan apa, kewenangan siapa, dan diikuti dengan penganggarannya," beber Fatah

(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved