Berita Pangkalpinang

Angka Kelulusan Sekolah Meningkat, Pengangguran Diprediksi Bertambah

Peningkatan diprediksi mencapai dua ribu hingga tiga ribu orang dari seluruh jumlah sekolah tingkat SLTA baik swasta maupun negeri

Angka Kelulusan Sekolah Meningkat, Pengangguran Diprediksi Bertambah
Bangka Pos/Nordin
Staf Bidang Tenaga Kerja DINPMPTSP dan NAKER Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, 

BANGKAPOS.COM -- Staf Bidang Tenaga Kerja DINPMPTSP dan NAKER Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti menerangkan berdasarkan data pihaknya angka kelulusan tingkat SLTA sederajat hingga perguruan tinggi di wilayahnya setiap tahun mengalami peningkatan.

Peningkatan tersebut diprediksi mencapai dua ribu hingga tiga ribu orang dari seluruh jumlah sekolah tingkat SLTA baik swasta maupun negeri ditambah lulusan perguruan tinggi.

"Setiap tahun di Pangkalpinang memang selalu meningkat lulusan SLTA sederajat, 2.000 hingga 3.000 dan itu belum termasuk lulusan perguruan tinggi," kata Amrah, Selasa (21/5)

Amrah mengakui jumlah ini sebetulnya tidak sebanding dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Misalnya saat ini di wilayahnya ada sekitar enam ratus perusahaan yang terdata.

Perusahan-perusahaan tersebut hanya mampu menyerap tenaga kerja sekitar 12 ribu orang, itu pun belum tentu mereka membuka lowongan setiap tahunnya.

"Jadi kami membagi setiap lulusan itu menjadi tiga golongan, pertama golongan yang lepas dari pendidikan akan melanjutkan ke jenjang berikutnya, kemudian setelah tamat pendidikan mereka mau berwirausaha. Lalu golongan yang mencari pekerjaan, yang ketiga inilah kemudian menjadi persoalan, Kalau mereka tidak bekerja berarti menjadi pengangguran," ungkap Amrah

Amrah menerangkan jumlah angka pencari kerja dengan lowongan pekerjaan yang tersedia di perusahaan sering tidak seimbang.

Dia mengkalkulasi dari dua ribu lulusan, kemudian dibagi empat sekitar lima ratus orang yang mencari pekerjaan. Sedangkan diterima hanya seratus, selebihnya otomatis tidak bekerja.

"Begitulah kondisi yang ada, dan itu selalu berulang setiap tahun," terangnya

Hal tersebut menurutnya erat kaitan dengan bertambahnya jumlah kemiskinan. Namun hal tersebut tidak dapat dipastikan angkanya, karena terkadang sebagian dari lulusan ini masih mengikuti orang tuanya atau sebagainya.

"Kalau di hitung dari angka penempatan kerja dan angka kelulusan yang ada, iya, mendekati kemiskinan, tetapi itu belum bisa dipastikan, karena sebagian mereka masih ikut orang tuanya," jelas Amrah 

(Bangka Pos/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved