Ramadan

Hukum Memperingati Nuzulul Quran, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Nuzulul Quran yang diperingati tiap tanggal 17 Ramadhan merupakan peristiwa turunnya Al Quran pertama kali pada Nabi Muhammad SAW.

Hukum Memperingati Nuzulul Quran, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
facebook.com/UstadzAbdulSomad
Ustaz Abdul Somad dalam balutan pakaian Gayo, di Lapangan Meusara Alun, Takengon, Aceh Tengah, Jumat (9/11/2018). 

BANGKAPOS.COMNuzulul Quran yang diperingati tiap tanggal 17 Ramadhan merupakan peristiwa turunnya Al Quran pertama kali pada Nabi Muhammad SAW.

Sebagai sebuah malam istimewa, Umat Islam dianjurkan untuk mengisi malam Nuzulul Quran dengan beribadah.

Lalu bagaimana hukum memperingati peristiwa tersebut?

Lewat ceramah yang diunggah saluran Youtube Bujang Hijrah pada 20 Agustus 2017, Ustaz Abdul Somad mendapatkan pertanyaan dari jamaah tentang hukum merayakan malam Nuzulul Quran.

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan kekhawatiran apakah nantinya peringatan tersebut dikategorikan sebagai bid'ah.

Pertama-tama, Ustaz Abdul Somad pun menjelaskan tentang apa yang biasanya diperingati sebagai Hari-Hari Besar Umat Islam.

"Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi, Nuzulul Quran, Isra Mi'raj isinya semuanya ngaji..ngaji...ngaji. Maka niatnya adalah ngaji," terang Ustaz Abdul Somad.

Selanjutnya ia mencontohkan kondisi yang sama dengan cerita tentang Syeikh Ibnu Husaimin yang mendapat pertanyaan serupa.

"Syeikh itu mendapat pertanyaan tentang hukum seorang khatib yang berkhutbah berdasarkan momen, kebetulan bulan Muharram, dia cerita hijrah, kemudian bulan Rabiul Awwal, dia cerita hari lahir Nabi. Kebetulan bulan Rajab, dia cerita tentang Isra Mi'raj. Apa hukumnya," papar Ustaz Abdul Somad.

"Syiekh pun menjawab jika sang khatib yang bijaksana dan faqih," lanjutnya.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved