Berita Pangkalpinang

Ketua KPU Sholat Gaib Bersama Mahasiswa

Gabungan organisasi mahasiswa dari beberapa kampus di Bangka Belitung menggelar aksi dengan tema "Duka Cita Untuk Korban Pemilu"

Ketua KPU Sholat Gaib Bersama Mahasiswa
(Muhammad Rizki/R1)
Sholat gaib yang dilakukan oleh mahasiswa dan Davitri ketua KPU Provinsi Babel 

Mereka merasa miris karena sampai saat ini tidak adanya kejelasan terkait penyebab tewasnya ratusan petugas KPPS. Massa menyatakan tidak dapat diterima dengan akal mereka jika penyebab tewasnya petugas KPPS hanya dikarenakan kelelahan.

Mereka beranggapan bahwa petugas KPPS yang bekerja tidak lebih dari dua hari seharusnya tidak meninggal dikarenakan kelelahan, mereka pun memberikan perumpamaan dengan tim sukses yang bekerja jauh lebih lama dibandingkan petugas KPPS, sehingga tim sukses lah yang lebih berpotensi meninggal jika faktornya hanya kelelahan.

Seusai melakukan orasi, pada pukul 14.25 mahasiswa bersama komisioner KPU Provinsi Bangka Belitung melakukan sholat gaib dan doa bersama, yang dipimpin oleh Davitri.

Dalam doanya Davitri berharap agar para petugas KPPS yang telah gugur saat menjalankan tugasnya, diampuni dan ditempatkan ditempat yang terbaik disisi Allah SWT.

Seusai berdoa bersama, tibalah Davitri menyampaikan orasinya di depan mahasiswa yang hadir.

Davitri mengatakan petugas KPPS tidak hanya bekerja satu atau dua hari, tapi sudah beberapa hari sebelum pemilu dimulai, dan KPU pun tidak hanya diam saja dengan meninggalnya petugas KPPS. Sambungnya, KPU turut memberikan bantuan santunan kepada keluarga petugas KPPS yang gugur pada saat bertugas.

Davitri juga berterima kasih kepada mahasiswa yang mampu menjaga ketertiban hingga aksi selesai, dan aksi kali ini dinilai positif oleh Davitri, dikarenakan masih ada mahasiswa yang perduli dengan gugurnya petugas KPPS yang sedang bertugas.

14.30 davitri oorasi menyampaikan jika petugas kpps itu bekerja tidak hanyak satu atau dua hari, tapi sudah beberapa hari sebelum pemilu dimulai. Dan KPU tidak diam saja, kpu datangi rumah rumah korban yang meninggal dan diberikan santunan kepada pahlawan demokrasi yang gugur.

Seuisai memberikan orasi, mahasiswa membacakan beberapa tuntutan mereka kepada KPU provinsi Bangka Belitung. Namun ketua KPU Provinsi Bangka Belitung menolak untuk menandatangani tuntutan tersebut, dikarenakan ada poin yang tidak bisa diterima oleh KPU. Dan aksi ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, sebelum semua peserta aksi bubar dengan tertib.

(Bangkapos/Muhammad Rizki/R1)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved