Pemprov Tinjau Kembali Pemutakhiran Data dan Pembakuan Nama Pulau di Babel

Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) untuk itu sangat diperlukan verifikasi data pulau-pulau di Babel.

Pemprov Tinjau Kembali Pemutakhiran Data dan Pembakuan Nama Pulau di Babel
Imeldarina Ginting/Diskominfo
Pemprov tinjau kembali pemuktahiran data dan pembakuan nama pulau di Babel 

BANGKAPOS.COM  - Percepatan pembangunan wilayah Bangka Belitung khususnya pulau-pulau kecil terus dilakukan sembari menunggu ditetapkannya Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) untuk itu sangat diperlukan verifikasi data pulau-pulau di Babel.

Hal ini diungkapkan Kepala Biro Pemerintahan Setda Babel, Haris saat membuka Rapat Pemutakhiran Data dan Pembakuan Nama Pulau di Babel hari ini Selasa (21/5) di Ruang Rapat Nyiur Melambai Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Terkait penyampaian Data Pulau Hasil Survei/ Validasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Informasi Geospasial mengenai Pemutakhiran Data Rupabumi Unsur Alami Pulau di Babel maka perlu dilakukan verifikasi data pulau-pulau di Babel.” kata Haris

Lebih jauh lagi beliau mengatakan bahwa berdasarkan data Biro Pemerintahan tahun 2018 terdapat 555 pulau di Babel yang telah diverifikasi dan dibakukan. 555 pulau tersebut terdiri dari 2 pulau besar yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung, pulau-pulau kecil serta termasuk pula 87 pulau baru.

“Kami (pemprov) akan memverifikasi kesesuaian nama pulau serta titik koordinat agar dapat diajukan paling lambat 30 Mei 2019 ke pemerintah pusat. Data yang kita peroleh hari ini akan kita rangkum sehingga dapat diusulkan untuk masuk ke dalam peta Rupabumi Indonesia (RBI) .

Kami berharap pada kesempatan ini, pemerintah Kabupaten Belitung dan Belitung Timur dapat mengajukan pembaharuan data jika ada perubahan atau ketidaksesuaian nama-nama pulau yang ada di wilayahnya masing-masing” ungkapnya.

Untuk diketahui berdasarkan hasil rapat tersebut diperoleh ketidaksesuaian data yakni nama-nama pulau di Desa Juru Seberang Kabupaten Belitung. Hal ini diungkapkan oleh Sastra perwakilan dari Kabupaten Belitung.

“Berdasarkan data yang kami peroleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan terdapat ketidaksesuaian nama pulau, yakni Pulau Gusong Teritip seharusnya Pulau Gusong Penyu, sedangkan Pulau Gusong Teritip tersebut seharusnya pulau yang bentuknya memanjang dan sekarang telah terbagi 2 menjadi baru yang dinamakan Pulau Anak Gusong Teritip. Begitu juga Pulau Gusong Bugis yang kini terpisah menjadi Anak Gusong Bugis,” ungkapnya.

Hadir pada kegiatan ini perwakilan dari Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur serta Camat dan Kepala Desa dari ke dua kabupaten tersebut. (*)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved