Ini Jejak Politik Prabowo Subianto sejak 2004, Hingga Kekalahan, Bagaimana Peluangnya di 2024

Prabowo Subianto telah empat kali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2019. Sama seperti lima tahun lalu

Ini Jejak Politik Prabowo Subianto sejak 2004, Hingga Kekalahan, Bagaimana Peluangnya di 2024
Tribunnews/Jeprima
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan pernyataan politik didepan masa pendukungnya pada acara mengungkap fakta - fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh BPN di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Pada pernyataan tersebut Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan akan menolak hasil penghitungan suara Pemilu 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ini Jejak Politik Prabowo Subianto sejak 2004, Hingga Kekalahan, Bagaimana Peluangnya di 2024 

Ini Jejak Politik Prabowo Subianto sejak 2004, Hingga Kekalahan, Bagaimana Peluangnya di 2024

BANGKAPOS.COM - Prabowo Subianto telah empat kali mencalonkan diri sebagai calon presiden pada Pemilu 2019.

Sama seperti lima tahun lalu, pensiunan jenderal bintang tiga ini kalah dari Joko Widodo.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 85.607.362 atau 55,50% sedangkan Prabowo, yang berpasangan dengan Sandiaga Uno meraih 68.650.239 atau 44,50% suara.

Secara resmi, Prabowo menyatakan menolak hasil rekapitulasi ini dan akan menempuh "upaya hukum sesuai konstitusi" dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Langkah ini seperti ulangan dari Pemilu 2014 ketika Prabowo juga menolak hasil pemilu dan mengajukan gugatan serupa.

Minta Bayaran Rp 700 Ribu Saat Berhubungan, Pria Ini Bunuh Istrinya Lantaran Kesal Selalu Diminta

Misteri Hilangnya Malaysia Airlines MH-370, Pilot Jepang Sebut Ada Hal Yang Disembunyikan

Viral Wanita Peserta Demo di Depan Bawaslu Ini Ingin Tembus Barikade Polisi, Ini yang Terjadi

Prabowo-Sandi Masih Bisa Menangkan Pilpres 2019, Pengamat Ungkap Cara dan Syaratnya

Presenter Cantik Ini Viral Usai Akui Zina Dengan Berondong usai Mabuk, Ini Intan Hardja?

Lawannya ketika itu adalah Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Dalam pelaksanaan pemilu tahun ini, Prabowo mengklaim "telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif".

Beberapa pengamat mengatakan dengan beda sekitar 16 juta, tanpa bukti kuat kecil kemungkinan Prabowo menang di Mahkamah Konstitusi.

2004

Halaman
1234
Editor: Evan
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved