Breaking News:

Aksi 22 Mei

Kapolri Ungkap 6 Orang Meninggal, Tertembak dan Kena Senjata Tumpul, Ada Kelompok yang Bermain

Kapolri: Ada 6 Orang yang Meninggal, Tertembak dan Kena Senjata Tumpul, Ada Kelompok yang Bermain

Youtube TV One
Tito Karnavian dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Rabu (22/5/2019). 

BANGKAPOS.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi enam orang yang meninggal dunia dalam aksi massa, Rabu (22/5/2019).

Tito Karnavian menyinggung soal kelompok yang turut 'bermain' dalam peristiwa tersebut.

Hal itu disampaikan Tito Karnavian di jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam.

Jumlah korban jiwa sebanyak enam orang tersebut pertama kali disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Korban sejauh ini ada 6 korban meninggal. Di RS Tarakan ada 2. Kemudian di Pelni. Dan di RS Budi Kemuliaan RSCM dan di RSAL Mintohardjo," kata Anies Baswedan di RSUD Tarakan.

Tito Karnavian menjelaskan ke-6 korban jiwa tersebut ada yang meningga karena terkena tembakan dan senjata tumpul.

"Saya mendapatkan laporan ada 6 orang yang meninggal, ada yang kena tembak ada yang kena senjata tumpul," ucap Tito Karnavian dikutip TribunJakarta.com dari saluran langsung TV One.

Ia mengatakan Polisi masih mendalami penyebab kematian keenam orang tersebut.

Istimewa / Jalur  di kawasan Tanah Abang yang dilewati Reni Andraini saat akan berangkat kerja ke kantornya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.
Istimewa / Jalur di kawasan Tanah Abang yang dilewati Reni Andraini saat akan berangkat kerja ke kantornya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. (TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih)

Dia meminta masyarakat jangan langsung menuduh aparat sebagai pelakunya.

"Ini harus diclearkan, di mana dan apa sebabnya, tapi jangan sampai apriori," ujar Tito Karnavian.

Sambil menujukkan sepucuk senjata, Tito Karnavian mengaku menemukan benda tersebut diluar tangan TNI dan Polri.

"Kita menemukan benda ini diluar tangan TNI dan Polri," tambah Tito Karnavian.

Ia menduga ada kelompok yang mempermainkan kerusuhan di aksi massa 22 Mei.

Sejumlah massa aksi yang hendak menuju ke Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Sejumlah massa aksi yang hendak menuju ke Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Ada kelompok yang bermain di 22 Mei ini," kata Tito Karnavian.

Tito Karnavian kemudian berharap masyarakat tak memandang Polri memberikan reaksi yang berlebihan terhadap aksi massa yang berjalan damai di depan Bawaslu, pada Selasa (21/5/2019).

"Jangam sampai publik di framing berpandangan bahwa isu yang berkembang sekarang, ada aksi damai yang dibubarkan dengan reaksi over, itu tidak benar," kata Tito Karnavian.

"Dua segmen yang berbeda,"

"Aksi pertama damai, yang kedua langsung menyerang dengan sengaja menciptakan kerusuhan," tambahnya.

Dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com Tito Karnavian mengungkapkan masyarakat diminta tak percaya begitu saja lantaran bisa saja ada ulah pihak ketiga.

Hal ini karena beberapa hari sebelum kerusuhan terjadi, polisi dan TNI menggagalkan upaya penyelundupan senjata.

Senjata-senjata itu, sebut Tito Karnavian, ditujukan untuk membuat kerusuhan pada 22 Mei 2019.

Ada enam orang yang diamankan.

Massa yang berdatangan dari Jalan Sabang ke Bawaslu RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).
Massa yang berdatangan dari Jalan Sabang ke Bawaslu RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019). (TribunJakarta/Bima Putra)

Tito Karnavian pun menunjukkan senjata api laras panjang yang dilengkapi dengan peredam.

"Jadi kalau ditembakan suaranya tidak kedengaran, juga bisa digunalan teleskop sehingga bisa untuk sniper," papar Tito Karnavian.

"Kita sudah tahu ada rencana aksi penembakan pada 22 mei termasuk penembakan pada massa supaya nanti massa diciptakan martir seolah-olah yang melakuannya dari aparat sehingga timbul kemarahan publik," papar Tito Karnavian.

Lebih lanjut, Tito menegaskan kembali dengan adanya penemuan itu masyarakat diimbau tidak terpancing dan tetap menjaga ketertiban.

"Kami akan mendalami kira-kira korban yang tertembak, mungkin pelaku kerusuhan, ini karena pada saat itu oleh aparat atau ada pihak ketiga yang sengaja mendesain supaya ada kemarahan publik," ungkap Tito Karnavian.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tanggapi 6 Orang yang Tewas dalam Aksi Massa 22 Mei, Tito Karnavian: Ada Kelompok yang Bermain.

Penulis: Rr Dewi Kartika H

Editor: Teddy Malaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved