Tulis Surat di Secarik Kertas, Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi Berharap Presiden Memaafkannya

Sebelum ini kasus ancaman terhadap Presiden Jokowi ramai beredar di media sosial.

Tulis Surat di Secarik Kertas, Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi Berharap Presiden Memaafkannya
ISTIMEWA
Hermawan Susanto (25) pria yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi. 

BANGKAPOS.COM - Sebelum ini kasus ancaman terhadap Presiden Jokowi ramai beredar di media sosial.

Hasilnya tersangka yang melakukan ancaman akan memenggal kepala Presiden Jokowi tersebut ditangkap oleh pihak kepolisian, kini kabar terbarunya dia mengirimkan surat pada Presiden Jokowi.

Tersangka kasus dugaan makar, Hermawan Susanto (25), yang mengancam akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi) menulis surat permintaan maaf.

Surat tersebut bakal dilayangkan kepada Jokowi. Hermawan Susanto berharap Jokowi memaafkan segala perbuatannya.

Surat tersebut ditulis langsung oleh Hermawan Susanto di secarik kertas dan ditandatangani di atas materai.

Surat tersebut dikirim oleh tim kuasa hukum Hermawan Susanto ke Istana Negara untuk dilayangkan langsung ke Jokowi.

"Saya Sugiarto adalah penasihat hukum dari Hermawan yang kemarin tanggal 10 Mei 2019 melontarkan ucapan yang tidak sepantasnya, tidak sepatutnya sehingga pada kesempatan yang baik ini kita akan menyampaikan surat kepada yang mulia, kepada Bapak Haji Presiden Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia untuk memohon maaf," ujar pengacara Hermawan, Sugiarto Atmowijoyo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dalam surat tersebut, Hermawan berharap Jokowi dapat memaafkannya. Hermawan mengaku tidak bermaksud mengancam akan mencelakakan Jokowi.

"Harapan kita surat ini bisa sampai ke beliau dan beliau bisa memaafkan, bermurah hati untuk memaafkan dan selanjutnya kita tetap siap melakukan proses hukum," tutur Sugiarto.

Ayah Hermawan, Budiarto juga menulis surat yang sama. Kedua surat tersebut dilayangkan ke Istana Negara pada hari ini.

"(Surat dikirim) melalui perantaranya adalah kuasa hukumnya. Terus surat itu langsung kepada yang terhormat Bapak Jokowi, langsung saya kirimkan melalu JNE. Ya saya kirim ke Istana soalnya saya mau kirim langsung ke sana nggak sempat," tutur Sugiarto.
Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved