Berita Pangkalpinang

Disnaker Babel Ingatkan Perusahan Jangan Sampai Telat Bayar THR Pekerja

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau perusahaan jangan sampai terlambat membayarkan THR

Disnaker Babel Ingatkan Perusahan Jangan Sampai Telat Bayar THR Pekerja
Ist/Tribunnews.com
Ilustrasi THR ASN atau PNS 

BANGKAPOS.COM-- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengimbau perusahaan jangan sampai terlambat membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pegawainya, yang paling lambat dibayarkan pada H-7 jelang lebaran.

Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Pembinaan HI, dan Jamsos, dinas tenaga kerja dantransmigrasi Babel, Yanti Trisiana mengatakan untuk pembayaran THR telah diatur dalam surat edaran menteri tenaga kerja nomor 2 tahun 2019 tentang pelaksanaan tunjangan hari raya keagamaan tahun 2019 bagi pekerja/buruh perusahaan.

Yanti menyampaikan, edaran menteri ini diturunkan dalam edaran Gubernur nomor 840.4/0478/Disnaker tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi pekerja/buruh tahun 2019 yang diedarkan ke kabupaten/kota.

"THR ini paling lambat dibayarkan H-7 sebelum hari raya kegamaan, artinya mulai hari ini seharusnya sudah dibayarkan. Perusahaan wajib membayar THR selama pekerjanya memiliki ikatan kerja dengan perusahaan," kata Yanti, Jum'at (24/5/2019).

Ia menyebutkan, THR diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah memenuhi masa kerja selama satu bulan secara terus menerus atau lebih. Selain itu, juga diberikan kepada pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja tidak tertentu maupun perjanjian kerja waktu tertentu.

Adapun besaran THR yang ddiberikan yakni bagi pekerja yang telah memenuhi masa kerja 12 bulan atau satu tahun secara terus menerus maka THR yang diberikan sebesar  satu bulan gaji.

Sedangkan untuk pekerja yang masa kerjanya belum satu tahun atau 12 bulan, tapi sudah bekerja satu bulan harus mendapatkan THR juga namun hitungannya proporsional.

"Kalau kerjanya sudah satu bulan tetap dapat THR hitungannya proporsional, masa kerjanya misalnya 3 bulan lalu dibagi 12 bulan dan dikali gaji yang dia terima tiap bulan," sebutnya.

Ketiga, untuk pekerja sebagai pekerja harian lepas  yang masa kerjanya diatas 1 tahun untuk THR dibayarkan menggunakan nilai rata-rata upah yang diterima dalam dua belas terakhir. Sedangkan untuk yang masa kerjanya dibawah satu tahun dihitung menggunakan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

"Kalau ada yang tidak membayarkan THR akan dikenakan sanksi administrasi bagi perusahaan sesuai dengan Permenaker no 20 tahun 2016, makanya kita wanti-wantu perusahaan untuk membayarkan THR tepat waktu karena itu wajib," tegasnya. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved