Pengakuan Penyebar Hoaks Polri Libatkan Polisi Cina Saat Aksi 22 Mei

Bareskrim Polri meringkus penyebar hoax soal informasi Polri melibatkan polisi China dalam mengamankan aksi unjuk rasa 22 Mei 2019.

Pengakuan Penyebar Hoaks Polri Libatkan Polisi Cina Saat Aksi 22 Mei
Kolase TribunStyle
Anggota Brimob 22 Mei 2019 yang viral 

"Dengan perkiraan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda-denda yang ditentukan dalam UU apabila tidak melakukan kewajiban," kata Rickynaldo.

3 Anggota Brimob

Beredar viral berita hoax terkait adanya tiga anggota Brimob yang mengamankan aksi 22 Mei berasal dari China. 

Tiga anggota Brimob Polri tersebut pun membantah tuduhan itu secara langsung. 

Mereka turut dihadirkan dalam jumpa pers penangkapan pelaku penyebar hoax terkait anggota Brimob tersebut oleh Bareskrim Polri, Jumat (24/5).

Pantauan Tribunnews.com, ketiga anggota Brimob itu hadir mengenakan seragam lengkap khas Brimob warna hitam-hitam. 

Mereka juga mengenakan kain penutup wajah dan helm, sehingga hanya terlihat bagian mata mereka. 

Ketiganya diberi kesempatan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo untuk berbicara pasca pengungkapan pelaku hoax. 

Kemudian, ketiganya membuka helm serta penutup wajah mereka. Rambut cepak khas polisi menjadi kekhasan dari ketiganya. 

Mereka menegaskan dirinya berasal dari Sumatera Utara, tepatnya Tebing Tinggi. 

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved