Virus Baru Itu Bernama Inspirasi

Kita harus mulai berpikir dan berbuat luar biasa dan dengan cara tidak biasa, sehingga akan mampu melahirkan produk luar biasa dan tidak ...

Virus Baru Itu Bernama Inspirasi
bangkapos
HITAM PUTIH: Khusus edisi HUT ke 20, Bangka Pos sengaja tampil dengan edisi hitam putih. Hal ini untuk meneguhkan sikap tegas dan independent yang selama ini konsisten dipegang Bangka Pos. 

Kita harus mulai berpikir dan berbuat luar biasa dan dengan cara tidak biasa, sehingga akan mampu melahirkan produk luar biasa dan tidak biasa pula.

CETAK perdana pada 25 Mei 1999, hari ini 25 Mei 2019 Harian Bangka Pos tepat berusia 20 tahun. Dan di hari yang sama tapi berselang dua tahun, tepatnya 25 Mei 2001, Harian Pos Belitung terbit perdana di Belitung. Dan hari ini, Pos Belitung berusia 18 tahun.

Menurut penanggalan Jawa, 20 Mei 1999 jatuh pada Kamis Kliwon. Masih menurut perhitungan Jawa, Kamis Kliwon memiliki watak kuat dan menakutkan. Sementara pasaran Kliwon dimaknai sebagai pribadi yang supel dalam bergaul, ambisius, setia pada janji dan bermakna doa keselamatan.

Kebaikan di atas semoga bisa menjadi penguat untuk terus mengawal perjalanan Bangka Pos dan Pos Belitung yang terus bermetamorfosis dengan peradaban yang kian mutakhir ini.

Hadir pertama sebagai harian di Bangka Belitung, Bangka Pos dan Pos Belitung langsung merebut hati warga Bangka Belitung dengan jargon yang sangat provokatif kala itu. Jargon tersebut mengajak warga Bangka Belitung bermimpi dan mewujudkan mimpi dengan semangat "Yuk Kita Punya Provinsi. 

Maka diakui atau tidak, Harian Bangka Pos tak bisa dipisahkan dari proses lahirnya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan boleh dikatakan, Harian Bangka Pos adalah salah satu bidan yang melahirkan provinsi kita tercinta ini. 

20 tahun dan 18 tahun melangkah tentu sudah banyak hal yang dilalui Bangka Pos dan Pos Belitung. Awak redaksi Bangka Pos dan Pos Belitung menjadi saksi bagaimana SMS menjadi alternatif murah untuk saling berhubungan untuk menghindari telepon yang mahal, meski kala itu SMS juga tak bisa dibilang murah.

Era BBM belum lama ini juga dilalui Bangka Pos dan Pos Belitung sebelum akhirnya semuanya beralih ke WhatsApp yang selain murah juga mampu mengirim suara, gambar dan bahkan video.

Awak redaksi Bangka Pos dan Pos Belitung juga pernah bergelut dengan faximile untuk mengirim berita jarak jauh demi menghadirkan berita terupdate esok harinya.

Sejumlah awak di dapur redaksi kami juga menjadi saksi bagaimana dulu kami menjadi "Mat Kodak," dimana gagahnya seorang wartawan yang saat liputan menenteng kamera poket. Ya Mat Kodak adalah wartawan pelit saat memotret, karena setiap roll film harus dipertanggungjawabkan penggunannya karena memang mahal kala itu.

Selain mahal, teknologi negatif film dilihat dari paradigma saat ini adalah teknologi ribet. Mat Kodak harus cuci film dan cetak foto sebelum bisa melihat hasil jepretannya di lapangan. Waktu yang tersita untuk cuci film sambil mojok di warnet terkadang harus kecewa lantaran tak ada satupun foto yang bagus untuk koran.

Halaman
12
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: asmadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved