HORIZON

Erzaldi Tak Bisa Sendiri

Erzaldi tak bisa sendiri. Ide dan Konsepnya tentang pariwisata harus disambut positif oleh semua pihak sebagai harapan baru untuk Bangka Belitung

Erzaldi Tak Bisa Sendiri
Bangka Pos/ Wahyu K
Pulau Batu Belayar di kawasan wisata Pantai Tanjung Kelayang, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Selasa (9/6/2015). 

DUNIA sudah sangat paham bahwa Kepulauan Bangak Belitung kaya dengan kandungan timah. Hampir setiap jengkal tanah dan juga perairan di kepulauan yang merupakan pemekaran dari Provinsi Sumatera Selatan ini mengandung bijih timah.

Tak bisa dipungkiri sejak dulu hingga kini, timah menjadi urat nadi perekonomian di provinsi berpenduduk 1, 3 juta jiwa ini di samping komoditas sahang alias lada. Begitu harga kedua komoditas tersebut lesu di pasar internasional, maka lesu pula perekonomian di Bangka Belitung.

Luar biasanya, Bangka Belitung masih menyimpan harta karun yang luar biasa untuk dijadikan komoditas andalan di masa mendatang. Komoditas itu adalah kemolekan alam terutama pantai yang luar biasa indah.

Sayangnya, habit puluhan tahun dari masyarakat Bangka Belitung yang mengandalkan sektor pertambangan membuat mereka lupa akan kekayaan lain yang dimiliki. Sejumlah pantai dengan karakter batuan granit dan juga pantai dengan hamparan pasir putih dibiarkan merana tak terurus.
Beberapa bagian pantai memang sudah mulai ditata dengan baik, utamanya di Belitung. Namun kenyataannya masih banyak lagi destinasi pantai yang sejauh ini masih dibiarkan tak tersentuh.

Beruntung, Erzaldi Rosman, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung memiliki kejelian di sektor ini. Tanpa harus meninggalkan tambang yang masih menjadi nadi perekomoniam , Erzaldi mulai melirik sektor pariwisata sebagai sektor andalan ke depan.

Sejumlah ide dan juga pemikiran Erzaldi muncul di beberapa pemberitaan terkait cita-citanya membangun pondasi pariwisata di Bangka Belitung. Sekilas memang ide-ide Erzaldi ini terkesan terputusa satu sama lain, namun tampaknya itu adalah embrio positif untuk menata masa depan Bangka Belitung.

Erzaldi tak bisa sendiri. Butuh dukungan kuat dari seluruh stakeholder termasuk masyarakat Bangka Belitung dalam mewujudkan industri pariwisata di Bangka Belitung. Pemikiran- pemikiran "liar" gubernur ini harus ditangkap sebagai harapan baru untuk masa depan Bangka Belitung.

Pariwisata adalah industri yang akan selalu tumbuh seiring dengan semakin "sibuknya peradaban." Pariwisata tidak pernah ada kata habis dan mati, sementara dari sisi modal, Bangka Belitung memiliki segalanya.

Namun karunia keindahan alam ini tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya kebersamaan sikap untuk memolesnya dan tentu sekaligus memamerkannya kepada dunia.

Industri pariwisata adalah industri untuk membius orang agar berlama-lama menghabiskan waktunya di suatu tempat. Kunci sukses dari membangun industri ini adalah seberapa lama orang nyaman untuk singgah dan kemudian seberapa banyak orang menghabiskan uangnya demi kepuasan yang mereka peroleh.

Dengan demikian, ketika kita masih membiarkan wisatawan datang menikmati keindahan alam kita, namun tidak bisa "menghipnotis" mereka untuk berlama-lama singgah, bermalam, makan dan berbelanja oleh-oleh maka yang sedang kita lakukan bukanlah membangun industri pariwisata. Jika hal tersebut yang terjadi, sesungguhnya kita membiarkan diri kita lelah karena hanya menyediakan tempat transit.

Semakin lama wisatawan singgah, maka akan semakin besar multiplayer ekonomi yang akan tumbuh di sektor pariwisata. Membangun destinasi baru dengan memaksimalkan potensi budaya, termasuk fasilitas mutlak dilakukan. Satu hal yang juga menjadi pekerjaan rumah penting adalah membangun masyarakat yang peduli dengan industri pariwisata.

Masyarakat yang peduli pariwisata akan menjadi akselerasi tumbuhnya destinasi baru, peluang baru dan juga alternatif baru untuk bisa ditawarkan sekaligus menghipnotis wisatawan berlama- lama di Bangka Belitung.

Ya, sekali lagi Erzaldi tak bisa sendiri. Ide dan Konsepnya tentang pariwisata harus disambut positif oleh semua pihak sebagai harapan baru untuk masa depan Bangka Belitung. (***)

Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved