Advetorial

Dinas Lingkungan Hidup Babel Gelar Rapat Adendum Amdal PT Artha Cipta Langgeng

Rapat adendum Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL) PT Artha Cipta Langgeng digelar di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Babel

Dinas Lingkungan Hidup Babel Gelar Rapat Adendum Amdal PT Artha Cipta Langgeng
Ist/Diskominfo Babel
Kegiatan rapat adendum Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL) PT. Artha Cipta Langgeng digelar di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (27/5). 

BANGKAPOS.COM-- Rapat adendum Analisis Dampak Mengenai Lingkungan (AMDAL) PT Artha Cipta Langgeng digelar di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) ,Senin (27/5/2019).

Rapat perubahan ini membahas mengenai tiga hal yakni pertama mengenai perubahan peralatan operasional, kedua mengenai peningkatan kapasitas peralatan serta yang ketiga yakni perubahan durasi operasional.

Kegiatan rapat Adendum AMDAL tersebut di pimpin oleh Sekretaris Komisi Penilai AMDAL yakni Sardiyono dan dihadiri oleh Tim Konsultan PT. Artha Cipta Langgeng Masyarakat Kenanga, perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, PTSP, dan dinas terkait lainnya

PT Artha Cipta Langgeng merupakan perusahaan smelter di Kabupaten Bangka. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah memenuhi kewajibannya dengan melakukan amdal kegiatan pengolahan dan pemurnian biji timah pada tahun 2008.

Dalam perkembangan usaha dan kegiatannya, PT Artha Cipta Langgeng mengajukan kembali perubahan dokumen AMDAL tersebut.

Nugraha selaku Tim Konsultan PT Artha Cipta Langgeng mengemukakan bahwa dokumen perubahan kali ini tidak ada penambahan hanya saja perubahan pada poin-poin terkait operasional perusahaan.

"Adendum amdal ini kami mengajukan perubahan pada poin peralatan teknis yakni penggantian terhadap 2 unit tanur bakar menjadi tanur listrik, kemudian peningkatan kapasitas tanur awal sebesar 3000 ton/tahun menjadi 12.000 tin/tahun dan yang terakhir jam operasional yang semula 18 jam menjadi 24 jam," ungkapnya.

Dalam rapat juga di bahas mengenai kecemasan masyarakat sekitar perusahaan. Salah satu perwakilan masyarakat menyebutkan bahwa perusahaan dan pemerintah hendaknya melakukan pengawasan terhadap ketersediaan air tanah dan polusi asap di sekitar perusahaan.

Menanggapi hal tersebut di atas, Nugraha mengemukakan bahwa pihaknya akan melakukan perubahan teknik pengolahan biji timah serta membangun areal penghijauan di lokasi smelter.

"Dalam adendum telah disebutkan mengenai perubahan teknik pengeringan, penggunaan cerobong asap serta penyediaan lahan penghijauan untuk mengurangi polusi udara.Berdasarkan kajian kami pada aspek kebisingan, polusi udara dan kualitas air permukaan masih berada di bawah baku mutu yg telah ditentukan yang artinya tidak tercemar," jelas Nugraha.

Sekretaris Komisi Penilai AMDAL, Sardiyono mengatakan bahwa rapat ini akan membahas mengenai keterkaitan tahapan yang telah dilakukan sebelumnya yakni lebih kepada tahapan pemeriksaan kelengkapan dokumen administrasi, pengumuman permohonan izin serta verifikasi kesesuaian serta perbaikan dari tim teknis.

"Saya harap dalam rapat ini, perwakilan dari masyarakat serta instansi terkait dapat memberikan usulan sehingga pihak PT. Artha Cipta Langgeng dapat memperbaiki usulan Adendum AMDAL tersebut," ujarnya. (Diskominfo Babel/Imeldarina Ginting)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved