Berita Pangkalpinang

Para Honorer Tenaga Pendidikan di Daerah Terpencil Babel Punya Kesempatan Diangkat Jadi ASN atau P3K

Kekurangan guru-guru dan tenaga Tata Usaha (TU) di daerah ini ditutupi dengan memperkerjakan guru atau TU honorer.

Para Honorer Tenaga Pendidikan di Daerah Terpencil Babel Punya Kesempatan Diangkat Jadi ASN atau P3K
Bangkapos.com/Dedi Qurniawan
Kepala BKPSDM Babel Sahirman Jumli 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Babel Sahirman Jumli menilai  tenaga pendidikan di daerah terpencil di Babel khususnya untuk pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Bangka Selatan dan Belitung masih kurang.

Kekurangan guru-guru dan tenaga Tata Usaha (TU) di daerah ini ditutupi dengan memperkerjakan guru atau TU honorer.

Oleh karena itu menurutnya, terkait adanya rencana alokasi pegawai pemda pada rekrutmen ASN tahun ini yang akan terdiri dari 30 persen untuk CPNS dan 70 persen untuk PPPK,  diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pegawai di bidang pelayanan dasar pada satuan/unit kerja di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar dengan memberi kesempatan kepada pegawai non-PNS yang saat ini masih aktif bekerja, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Ini berarti para tenaga pendidikan honorer ini memiliki peluang untuk diprioritaskan diangkat menjadi CPNS ataupun P3K pada tahun ini.

"Mereka (para tenaga pendidikan honor di daerah terpencil) bisa didefinitifkan jadi CPNS atau P3K. Jumlahnya lumayan. Secara umum, artinya tidak hanya di pulau-pulau kecil, jumlahnya mencapai 1000 lebih guru honorer," jelas Sahirman kepada bangkapo.com.

Selain itu menurut pria yang pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Belitung pada 2018 inirekrutmen tahun ini rencananya juga diprioritaskan untuk kebutuhan satuan kerja yang tidak mendapatkan alokasi formasi pada 2018 lalu.

Di Babel, kebutuhan pegawai yang tidak mendapatkan alokasi tahun lalu adalah tenaga kepariwisataan dan tenaga rumah sakit.

"Ini akan kami usulkan kembali. Misalnya tenaga keparisiwataan, Babel sangat kurang. Sementara kita daerah pariwisata. Itu salah satunya. Di samping itu juga tenaga rumah sakit, karena rumah sakit kita baru mau berkembang," ungkap Sahirman.

Sebagai gambaran, tahun lalu, BKPSDM Babel mengusulkan kebutuhan 760-an CPNS. Lalu dari usulan tersebut, Kemenpan RB hanya menyetujui 270 formasi.

Artinya, Babel paling tidak akan mengusulkan kembali 500-an kuota kebutuhan pegawainya. Pada tahun ini pula, ada sekitar 100 ASN yang memasuki Batas Usia Pensiun (BUP)

"Dengan rasio 1:200, idealnya Babel perlu 7000-an PNS. Sekarang jumlah eksistingnya 5300, berarti kurangnya 2000-an, dan selama ini ditutupi dengan tenaga honorer," kata Sahirman. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved