Pawang Buaya Mengeluh, Mangrove Sungai Layang Porak-poranda

Sudah hampir dua bulan lebih, habitat mangrove di Sungai Layang Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka, porak-poranda.

Pawang Buaya Mengeluh, Mangrove Sungai Layang Porak-poranda
ist
Suasana Sungai Layang Desa, Bukitkayang Kecamatan Bakam Bangka. Tampak peralatan ponton tambang terapung di sungai itu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sudah hampir dua bulan lebih, habitat mangrove di Sungai Layang Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam Bangka, porak-poranda.

Penambangan timah tanpa ijin dalam jumlah besar marak di kawasan hutan konservasi ini. Nelayan lokal hanya bisa mengeluh, menyaksikan kerusakaan alam.

Sementara pelaku penambangan seolah 'kebal hukum' terang-terangan mengekploitasi kawasan yang merupakan habitat ikan, udang kepiting bakau dan juga buaya.

Mang Dali (60), nelayan yang juga merupakan Tokoh Adat Desa Bukitlayang kepada Bangka Pos, Senin (27/5/2019) mengaku tak bisa berbuat apa-apa terkait adanya tambang ilegal yang merusak sungai tersebut.

"Banyak TI (tambang ilegal), TI Rajuk di sekitar Sungai Layang. Saya sudah lepas tangan soal ini," kata Mang Dali, merasa kesal karena tak ada pihak berwenang yang berani menangkap penambang liar di kawasan terlarang tersebut.

Keberadaan tambang ilegal di kawasan sungai ini menurut Mang Dali sudah pernah dikeluhkan oleh sejumlah nelayan lokal. Namun faktanya aktifitas penambangan tetap terjadi, malah semakin marak.

"Bakau habis dirajuk TI. Udang dan kepiting menjauh ke tengah. Buaya pun terganggu habitatnya," kata pria yang juga dikenal sebagai pawang buaya di desa ini.

Tapi keluh kesah Mang Dali dan sejumlah nelayan seolah tak ada yang mendengar. Penambang liar tetap saja beroperasi secara terang-terangan di kawasan tersebut.

"Kami sama pak Kades sudah pasrah, berserah diri, lah malek (bosan mengeluh). Kalau terjadi sesuatu, kami lepas tangan," kata Mang Dali berharap pihak yang berwenang tak 'tutup mata'.

Kepala Desa (Kades) Bukitkayang, Andry dikonfirmasi secara terpisah, Senin (27/5/2019) soal keluhan nelayan tentang maraknya tambang di sungai itu, mengatakan hal senada.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved