Penjelasan Kenapa Itikaf Dilaksanakan Penuh 10 Hari Terakhir Ramadan dan Kenapa Harus di Masjid

Penjelasan Kenapa Itikaf Dilaksanakan Penuh 10 Hari Terakhir Ramadan dan Kenapa Harus di Masjid

Penjelasan Kenapa Itikaf Dilaksanakan Penuh 10 Hari Terakhir Ramadan dan Kenapa Harus di Masjid
Tribun Timur - Tribunnews.com
Ilustrasi sholat dan berdoa 

Penjelasan Kenapa Itikaf Dilaksanakan Penuh 10 Hari Terakhir Ramadan dan Kenapa Harus di Masjid

BANGKAPOS.COM -Inilah penjelasan mengenai pelaksanaan Itikaf apakah berturut-turut selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan untuk meraih malam Lailatul Qadar.

Itikaf adalah ibadah dengan cara berdiam di dalam Masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Itikaf di Masjid hukumnya sunah muakkadah yang sangat efektif untuk taqarrub dan meraih Lailatul Qadar di 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Itikaf sudah semestinya menjadi amalan andalan orang-orang shalih, sebagai satu sarana utama untuk meraih lailatul qadar.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا : أنَّ النبيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ تَعَالَى ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ .

Dari Aisyah RA berkata: “Nabi SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, sampai Allah SWT mewafatkan beliau. Sepeninggal beliau, istri-istri beliau juga melakukan I’tikaf.” (HR. Bukhari no. 2026 dan Muslim no. 1172)

Apakah Itikaf harus dilaksanakan selama 10 hari penuh di akhir bulan Ramadhan ?

Dikutip  dari TribunStyle.com dari mediaumat, tidak ada dalil syar’i yang mewajibkan bahwa Itikaf itu lamanya harus 10 hari, baik di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.

Bahkan beritikaf selama satu malam saja (tanpa siang harinya) dibenarkan oleh syara’.

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved