Berita Pangkalpinang

Tunggu Penerimaan CPNS 2019, Pangkalpinang Manfaatkan Guru Pensiun Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar

BKPSDM Pangkalpinang akan memasukkan formasi tenaga pengajar ini ke dalam kebutuhan penerimaan CPNS.

Tunggu Penerimaan CPNS 2019, Pangkalpinang Manfaatkan Guru Pensiun Atasi Kekurangan Tenaga Pengajar
Tribunnews
Ilustrasi Guru Mengajar 

BANGKAPOS.COM - Mengatasi kekurangan guru yang pensiun di 2019, BKPSDM Pangkalpinang akan memasukkan formasi tenaga pengajar ini ke dalam kebutuhan penerimaan CPNS.

Sementara untuk menutupi kekurangan tenaga pengajar, pihaknya mengimbau untuk memanfaatkan tenaga pengajar yang ada. Baik itu guru yang sudah pensiun untuk dipakai kembali jasa nya hingga ada penerimaan CPNS yang rencananya bakal ada pada 2019 ini.

Kepala BKPSDM Pangkalpinang, Agung Yubi mengatakan saat ini tidak bisa sembarangan melakukan rekrutmen tenaga pengajar melalui sistem honorer. Jadi untuk mengatasi kekurangan ini pihaknya meminta OPD terkait yakni dinas pendidikan dan kebudayaan untuk merinci berapa jumlah kebutuhan guru untuk diusulkan ke Menpan RB.

"Yang masih bisa diberdayakan, kita manfaatkan untuk kekurangan guru sebelum adanya penerimaan CPNS ini. Nanti akan kita masukkan di formasi kebutuhan untuk tenaga pendidik," kata Agung, Senin (27/5/2019).

BKPSDM mencatat ada 129 ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang pensiun tahun ini. Didominasi oleh tenaga guru, serta selebihnya ada tenaga kesehatan, staf biasa dan juga eselon II. Sementara untuk pensiunan guru ada sebanyak 63 orang.

Pertahankan Guru yang Pensiun

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eti Fahriaty mengatakan sesuai saran dari Kementerian Pendidikan untuk mempertahankan guru yang pensiun agar dapat kembali mengajar, namun dengan catatan kondisi kesehatannya masih kuat dan yang bersangkutan pun menerima tawaran.

Nantinya pembayaran guru pensiun yang mengajar kembali itu akan diberikan sesuai gaji pensiun sehingga diharapkan berbeda dengan guru honorer.

"Sebenarnya bisa kalau diakomodir guru honorer. Tapi sementara ini guru honorer kan disetop karena tidak lagi dibayar melalui dana operasional sekolah atau komite. Melainkan melalui APBD. Maka nya kami berharap kalau begitu pemerintah adakan rekrutmen kembali untuk guru," tutur Eti, beberapa waktu lalu.

(Bangka Pos/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved