Berita Pangkalpinang

44 Bendahara APBN Ikuti Ujian Sertifikasi Bendahara di KPPN Pangkalpinang

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pangkalpinang melaksanakan ujian sertifikasi bagi 44 bendahara

44 Bendahara APBN Ikuti Ujian Sertifikasi Bendahara di KPPN Pangkalpinang
Bangkapos.com/Krisyanidayati
Kepala KPPN Pangkalpinang, Mulyo Slamet. 

BANGKAPOS.COM-- Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pangkalpinang melaksanakan ujian sertifikasi bagi 44 bendahara pada satuan kerja pengelola APBN periode II, di Aula KPPN Pangkalpinang, Selasa (28/5/2019).

Kepala KPPN Pangkalpinang, Mulyo Slamet mengatakan seharusnya jumlah peserta sertifikasi bendahara periode II diikuti sebanyak 45 peserta, namun satu orang tidak hadir. Sertifikasi ini dilaksanakan dalam dua sesi.

"Periode satu sudah kita laksanakan pada Februari lalu ada 17 peserta dan satu yang tidak lulus. Periode dua ini pesertanya ada 45 tapi enggak hadir satu jadi 44 dan ada satu yang enggak lulus," kata Mulyo Selasa (28/5/2019).

Ia menyampaikan, setidaknya ada 246 bendahara APBN yang harus memiliki sertifikat bendahara. Namun, saat ini yang belum mengantongi sertifikat sebanyak 86 orang.

"Ini sudah dimulai dari tahun 2016 lalu, khasi sebagain ada yang sudah punya. Nanti akan ada periode 3 dan 4, yang masih belum punya sertifikat bendahara itu ada 86 orang dan kita targetkan tahun ini semuanya bisa ujian sertifikasi bendahara," tambahnya.

Ia menjelaskan dasar pelaksanaan ujian sertifikasi sesuai dengan peraturan presiden no 7/2016 tentang sertifikasi bendahara pada satuan kerja pengelola APBN dan PMK no 126/PMK.05/2016 jo PMK.128/PMK.05/2017 tentang tata cara pelaksanan sertifikasi bendahara.

"Ada tahapan pelaksanaan sertifikasi bendahara sati pendaftaran hingga verifikasi calon peserta oleh Direktorat Sistem Perbendaharaan melalui aplikasi Simserba," katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan sebelum dilaksanakan ujian sertifikasi dilakukan penyegaran ujian sertifikasi sehari sebelum ujian yang dilakukan oleh Treasury Management Repesentative, Urip Sahudin yang menyampaikan materi tentang pengelolaan uang persediaan, pengujian dan pembayaran tagihan, perpajakanndan penatausahaan dan pertanggungjawaban bendahara.

"Bendahara mempunyai peran penting dalam pengelolaan APBN karena ditangan bendahara inilah APBN dapat sampai kepada sasaran program kementerian Lembaga agar dapat dilaksanakan sesuai aturan," katanya.

Ia berharap, nantinya para peserta yang telah mengantongi sertifikat sertifikasi bendahara ini dapat menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan yang berlaku. (Bangkapos.com/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved