Berita Pangkalpinang

Laporkan Jika Temukan BBM dan Gas Elpiji Tidak Sesuai Standar

Dari bejana alat ukur kita yang kapasitasnya 20 liter, memang kita temukan ada minus atau kurang

Laporkan Jika Temukan BBM dan Gas Elpiji Tidak Sesuai Standar
Istimewa
Tera Ulang yang dilakukan Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang di SPBU Kampak. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Mendekati perayaan hari raya idul fitri 1440 H, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang melakukan tera ulang (ukur ulang) BBM jenis petralite dan premium di SPBU Kampak serta di pangkalan gas elpiji di Kerabut Pangkalpinang, Selasa (28/5/2019).

Dari tera ulang tersebut, belum ditemukan adanya kecurangan atau yang tidak sesuai dengan standart batas toleransi yang telah ditetapkan.

Kabid Metreologi Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang, Erik Handoko kepada bangkapos.com mengatakan hasil dari tera ulang di SPBU Kampak memang ditemui ada minus sekitar 20 Mililiter dimesin nozel SPBU.

“ Dari bejana alat ukur kita yang kapasitasnya 20 liter, memang kita temukan ada minus atau kurang sekitar 20 mililiter atau sekitar 0,02 liter,” ucapnya.

Namun hal itu menurutnya masih dalam batas wajar, masih dalam batas toleransi.

“ Sesuai dengan aturan dari pusat, sesuai dengan permendag batas tolerasi untuk BBM itu 100 mililiter, kalau diatas itu maka ada kecurangan atau ada pelanggaran,” ujarnya.

Sementara di pangkalan gas elpiji di Kerabut, jelas Erik juga belum ditemukan adanya kecurangan.

Saat mereka melakukan perhitungan semuanya normal atau memenuhi standarisasi.

“ Saat kita cek, semuanya normal saat kita timbang beratnya 8 kg. Dimana berat kosong atau besi sekitar 5 kg, dan berat isi atau gas 3 kg, bahkan ada yang lebih sekitar 8,10 kg artinya berat besinya lebih dari 5 kg,” ujar Erik.

Untuk gas elpiji jelas Erik batas toleransinya adalah 7,8 Kg. Kalau dibawah itu artinya tidak standart lagi.

Halaman
12
Penulis: zulkodri
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved