Pakar Sebut Orang-orang Ini Bisa Jadi Sasaran Tembak Aksi 22 Mei, Ali Ngabalin Beber Fakta Ini

Sayangnya, polisi tak menyebut identitas empat tokoh dan pimpinan lembaga survei yang dimaksud

Pakar Sebut Orang-orang Ini Bisa Jadi Sasaran Tembak Aksi 22 Mei, Ali Ngabalin Beber Fakta Ini
kompas.com/ihsanuddin
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal menunjukkan senjata yang dipakai perusuh pada 22 Mei lalu, saat jumpa pers, Senin (27/5/2019). 

Ada empat senjata yang berhasil didapat oleh HK dari AF dan AD.

Sebagian senjata itu lalu diserahkan HK kepada dua rekannya, AZ, TJ dan IR.

Pada 14 Maret, HK mendapat transfer uang Rp 150 juta.

Sebanyak Rp 25 juta ia bagikan kepada TJ.

"TJ diminta untuk membunuh dua orang tokoh nasional. Saya tak sebutkan di depan publik. Kami TNI Polri sudah paham siapa tokoh nasional tersebut," kata Iqbal.

Irjen M Iqbal, Kadiv Humas Mabes Polri berikan keterangan soal tersangka kerusuhan 22 Mei (Youtuber Kompas TV)
Lalu pada 12 April, HK kembali mendapat perintah lagi untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya.

"Jadi, ada empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional," ujarnya.

Saat ditanya apakah tokoh nasional yang dimaksud adalah pejabat negara, Iqbal membenarkan.

"Pejabat negara. Tapi bukan presiden. Tapi bukan kapasitas saya menyampaikan ini. Nanti kalau sudah mengerucut baru dikasih tahu," kata dia.

Selain empat pejabat negara, belakangan HK juga mendapat perintah untuk membunuh seorang pimpinan lembaga survei.

"Terdapat perintah lain melalui tersangka AZ untuk bunuh satu pimpinan lembaga swasta. Lembaga survei. Dan tersangka tersebut sudah beberapa kali mensurvei rumah tokoh tersebut," ujar Iqbal.

Saat ini, HK beserta dua rekannya AZ, TJ dan IR yang mencoba melakukan upaya pembunuhan sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Begitu juga AF dan AD selaku penyuplai senjata.

Namun, untuk otak yang meminta melakukan pembunuhan ini, polisi mengaku masih melakukan pendalaman.

Peran Masing-masing

Pertama, HK warga Cibinong Bogor, berperan sebagai leader, mencari senajtaa api, mencari eksekutor dan jadi eksekutor serta memimpin tim turun pada Aksi 21 Mei.

HK disebut membawa senpi revolver Taurus 38 dan menerima uang Rp 150 juta

Kedua, AZ, warga Ciputat Tangerang, peran mencari eksekutor sekaligus jadi eksekutor.

Ketiga, IF, Kebon Jeruk Jakarta Barat, sebagai eksekutor penerima uang Rp 5 juta.

Keempat, TJ, Cibinong, Bogor, sebagai eksekutor menguasai senpi rakitan revolver. Menerima uang Rp 55 juta.

Kelima, AD, Koja Jakarta Utara. Peranpenjual 3 pucuk senpi rakitan meyer, laras pendek dan laras panjang kepada HK. Uang yang diperoleh 26,5 juta.

Keenam, AF alis VV perempuan, warga Pancoran Jakarta Selatan. Peran pemilik dan penjual senpi revolver Taurus, dan laras panjang kepada HK. Uang yang diperoleh Rp 50 juta.

Kronologi

1 Oktober 2018 - Tersangka HK menerima perintah dari seseorang.

"Seseorang ini, pihak kami sudah mengetahui identitasnya. Sedang didalami," tutur M Iqbal.

HK membeli 4 pucuk senpi laras pendek di Kalibata.

13 Oktober 2018 - Tersangka HK membeli satu pucuk senpi Revolver vol 38 sebesar Rp 50 juta dari AF.

5 Maret 2019 -Tersangka HK mendapatkan senjata api dari tersangka AD senpi meyer seharga Rp 5,5 juta yang kemudian diserahkan kepada AZ.

14 Maret 2019 - Tersangka HK menerima uang Rp150 juta dan TJ mendapat bagian Rp25 juta dari seseorang.

"Seseorang itu sudah kami kantongi identitasnya, dan tim sedang mendalami," tutur Irjen M Iqbal.

Rupanya, TJ ini diminta untuk membunuh 2 tokoh nasional.

"Dimana TJ diminta untuk membunuh 2 orang tokoh nasional," tambah M Iqbal.

TNI dan pihak kepolisian sudah mengetahui siapa tokoh nasional yang menjadi sasaran sekelompok pembunuh bayaran itu.

"Saya tidak bisa sebutkan di depan publik, kami TNI dan Polri sudah paham siapa tokoh nasional tersebut," ujar M Iqbal.

12 April 2019 - HK kembali diperintahkan untuk membunuh 2 tokoh nasional lainnya.

"Jadi 4 target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional," tambah M iqbal.

Pada bulan yang sama AZ diminta untuk membunuh seorang pemimpin atau ketua lembaga survei.

"Bulan April 2019 terdapat juga perintah lain melalui AZ untuk membunuh pimpinan lembaga swasta, lembaga survei," tutur M Iqbal.

M Iqbal menerangkan para eksekutor itu sudah beberapa kali mengintai atau menyurvei rumah keempat tokoh nasional tersebut.

"Dan tersangka tersebut sudah beberapa kali menyurvei rumah tokoh nasional tersebut diperintahkan untuk mengeksekusi," tambahnya.

Tersangka lainnya, IR juga sudah mendapat uang Rp 5 juta.

21 Mei 2019 - Tersangka HK dnegan membawa sepucuk senjata Revolvel turun ke depan bercampur dengan massa Aksi.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Siapa Pimpinan Lembaga Survei Target Perusuh 22 Mei ? Pakar : Lihat Saja yang Paling Ovensif

Editor: Alza Munzi
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved