Berita Sungailiat

VIDEO: Kapal Isap Parkir di Perairan Rebo, Nelayan Ancam Demo

Baru saja kapal isap memasuki Perairan Pantai Rebo Sungailiat Bangka, sejumlah nelayan sudah langsung bereaksi melakukan penolakan.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Baru saja kapal isap memasuki Perairan Pantai Rebo Sungailiat Bangka, sejumlah nelayan sudah langsung bereaksi melakukan penolakan. Bahkan rencana aksi demo, Rabu (29/5/2019) membuat pihak kepolisian siaga di tepi pantai. Beruntung aksi melibatkan massa itu tak terlaksana.

Asiaw (45), Ketua Kelompok Nelayan Desa Rebo Sungailiat Bangka ditemui Bangka Pos, Rabu (29/5/2019) mengatakan, sejak dulu sebagian besar nelayan di desa ini menolak adanya aktifitas kapal isap produksi pertambangan (KIP). Makanya, ketika nelayan melihat sebuah KIP masuk dan parkir dekat Pantai Desa Rebo, nelayan langsung bergejolak. "Yang ada sementara ini Kapal Isap Mega Fajar. Memang belum beroperasi, namun sudah parkir sekitar dua sampai tiga mill dari bibir Pantai Rebo," kata Asiaw. 

Diakui Asiaw, ada segelintir nelayan yang setuju pada aktifitas penambangan KIP. Namun nelayan yang dimaksud bukan asli Nelayan Rebo Sungailiat sehingga dianggap tidak mewakili aspirasi lokal. Sedangkan suara terbesar nelayan lokal justru menolak aktifitas KIP di perairan ini. "Sebagian besar Nelayan Rebo menolak. Hanya sejumlah nelayan kecil yang setuju, itu pun mereka bukan asli Nelayan Rebo," katanya.

Lalu apa yang akan dilakukan oleh Masyarakat Nelayan Rebo jika KIP yang sudah mengantongi ijin operasi dari pihak terkait tetap melakukan eksploitasi timah di perairan ini? Asiaw memastikan rencana mereka untuk demo besar-besaran. "Kalau kami sama Walhi tidak bisa mengusir langsung, maka kita adakan demo," katanya.

Aktifitas Walhi Babel, Ratno Budi ditemui Bangka Pos, Rabu (29/5/2019) di Pantai Rebo Sungailiat mengatakan, nelayan meminta bantuan padanya untuk mengusir kapal isap tersebut jika nanti beroperasi. "Kita cek bersama nelayan, memang belum ada aktifitas pertambangan. Harapannya (KIP) memang jangan dulu beroperasi (di Perairan Rebo) sebelum selesai duduk perkara," kata Ratno si mantan Direktur Walhi Babel mengaku siap mendukung nelayan lokal. (bangka pos/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved