Heboh Ulat 'Tentara AS' Dikabarkan Masuk Indonesia Petani di Aceh dan Medan Terancam Gagal Panen

Heboh Ulat 'Tentara AS' Dikabarkan Masuk Indonesia Petani di Aceh dan Medan Terancam Gagal Panen

Heboh Ulat 'Tentara AS' Dikabarkan Masuk Indonesia Petani di Aceh dan Medan Terancam Gagal Panen
foto: istimewa
Heboh Ulat 'Tentara AS' Dikabarkan Masuk Indonesia Petani di Aceh dan Medan Terancam Gagal Panen 

BANGKAPOS.COM-- Seorang peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Idham Sakti Harahap pernah mengingatkan potensi serangan hama ulat spodoptera frugiperda (fall armyworm) yang merusak tanaman jagung.

Pakar hama dan penyakit tumbuhan IPB ini menyatakan hama ulat spodoptera frugiperda ini berasal dari Amerika Serikat (AS).

Kerusakan akibat hama ulat itu jauh lebih besar daripada hama ulat yang sudah ada di Indonesia.

"Hama ini sudah mewabah di Myanmar, India, Thailand, dan Filipina. Dan menurut informasi sudah mulai masuk ke Indonesia di beberapa daerah," kata Idham beberapa waktu lalu.

Infestasi ulat yang disebut juga ulat tentara ini dikabarkan sudah mulai masuk di lahan lumbung jagung di Dairi Medan dan Agara Aceh.

“Ulat ini cepat sekali menyerang tanaman kami,” jelas Daulat Tampubolon (66) petani asal Desa Lawe Beringin Sabas Kecamatan Semadam Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

“Dari lahan 0,5 hektar yang kami miliki, biasanya benih jagung P32 dari DuPont ini mampu hasilkan panen 4 ton pipilan kering. Tapi sekarang hanya mendapatkan 2,4 ton pipilan kering,” keluhnya.

Petani jagung di Desa Lawe Beringin ini rerata menggunakan benih jagung hibrida Pioneer P32 dan nyaris gagal panen semua dimakan ulat bintil-bintil hijau ini, sambung Daulat.

Kondisi di Agara, ternyata juga sama terjadi di Dairi Medan.

Dilansir dari laman suaratani.com, sejumlah petani jagung di Kabupaten Dairi mensinyalir serangan hama ulat grayak jenis baru ini bersumber dari benih yang mereka gunakan yakni P32 Singa.

“Sebab dari pengamatan kami, hanya tanaman jagung yang menggunakan varietas P32 yang terserang ulat grayak di Dairi ini, sementara tanaman jagung varietas lain tidak terserang,” kata Dedi Kristian Sinaga petani jagung di Laenaboru 2, Desa Adian Nangka, Kecamatan Siempat Nempu Kota Sidikalang, Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara.

Pria Kurang Waras Diduga Ditenggelamkan Keluarga Sendiri Lantaran Dianggap Membebani

Halaman
12
Editor: zulkodri
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved