Berita Pangkalpinang

Inilah Peraih Nilai UNBK Tertinggi di Pulau Bangka, Jaisyu Hanya Belajar Mandiri di Rumah

Memang sedari kecil Jais menyukai membaca buku. Hampir semua bidang dikuasai

Inilah Peraih Nilai UNBK Tertinggi di Pulau Bangka, Jaisyu Hanya Belajar Mandiri di Rumah
Bangka Pos/Ira Kurniati
Muhammad Jaisyu Rahman (kiri) peraih nilai UNBK SMP tertinggi di Babel, bersama sang ayah, Syahidil. 

BANGKAPOS.COM -- Muhammad Jaisyu Rahman, siswa SMP IT Albina Pangkalpinang, menjadi salah satu dari dua siswa peraih nilai UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) tertinggi se-Provinsi Bangka Belitung. Jais memperoleh nilai UNBK yakni 389,00 dengan masing-masing nilai Bahasa Indonesia (98,00), Bahasa Inggris (96,00), Matematika (97,50) dan IPA (97,50).

Jais, panggilan akrabnya ketika disambangi bangkapos.com di kediaman Jalan Belibis Raya, Bukit Merapin, menceritakan, dirinya sama sekali tidak pernah mengikuti kursus atau bimbingan belajar di luar sekolah. Semuanya dipelajari Jais secara mandiri di rumah.

Siswa berusia 14 tahun itu pun tak pernah memporsir waktu belajarnya. Tak pula mati-matian belajar untuk memperoleh nilai tertinggi. Jais menuturkan, waktu belajarnya dalam sehari hanya dua jam. Pihak keluarga pun tak pernah menuntut atau memaksa Jais memporsir waktu setiap hari untuk belajar.

"Kalau orang biasanya sistem kebut semalam, saya sistem kebut sejam juga pernah. Belajar tidak pernah diporsir atau dipaksa. Belajar sendiri di rumah, tidak ikut les. Karena kate nenek saya, kalau sudah pintar tidak perlu les," ucap Jais sambil melempari tawa, Rabu (29/5/2019) kemarin.

Memang sedari kecil Jais menyukai membaca buku. Hampir semua bidang dikuasai dia, namun yang paling disukainya yakni pelajaran matematika. Diakui Jais, matematika memiliki tipe pembelajaran menggunakan logika sehingga menuntut adrenalin berpikir dan membuat dia jatuh cinta dengan pelajaran berhitung ini. Anak keempat dari lima bersaudara ini juga sering ikut dalam lomba akademik pelajaran matematika.

Diusianya saat ini dengan kemampuan dibidang akademik patut diacungi jempol. Tak heran jika Yayasan Albina memberikan beasiswa pendidikan kepada Jais sejak duduk di kelas 6 SD hingga menamatkan diri dari tingkat menengah pertama.

"Ujian kemarin (UNBK) sudah optimis bisa mendapatkan hasil tinggi. Walaupun menyayangkan matematika nya tidak bisa dapat 100. Tapi secara keseluruhan saya yakin bisa karena sudah memperhitungkan dan membandingkan dengan peserta lain saat uji coba," pungkas Jais.

Jais yang memiliki cita-cita ingin menjadi programmer ini berniat melanjutkan ke sekolah tingkat atas di SMA Negeri 1 Pangkalpinang. Hal itu lantaran semua kakaknya bahkan keluarga rata-rata berasal dari sekolah tersebut sehingga dia pun ingin melanjutkan tradisi keluarga nya bersekolah di Smansa.

Niat Jais melanjutkan ke SMA Negeri 1 Pangkalpinang pun mendapat respon dari sang ayah, Syahidil. Syahidil sempat memberikan syarat kepada Jais meskipun secara nilai dan zonasi dia mumpuni untuk diterima di sekolah tersebut. Tak tanggung-tanggung, Syahidil memberikan syarat kepada Jais yakni hafalan surat Al-Baqoroh.

"Kalau hafalan Al-Quran dia lancar, saya yakin untuk mengingat apa pun dia mudah. Pegangannya disitu menurut saya," ujar Syahidil.

Jais pun menyanggupi dan sudah hafal sekitar 200 ayat seperti yang dimintai sang ayah. Memang, menurut Syahidil anak laki-laki nya ini sudah hafal enam juz Al-Quran hingga saat ini. Dia pun mengaku kalau sang anak sudah memiliki bakat akademik sejak kecil. Terlihat dari hobi anak nya membaca buku dan termasuk anak rumahan.

"Dari kecil dia hobi baca buku. Pas SD baca buku nya buku orang SMP. Suka baca yang setingkat lebih dari dia," kata Syahidil.

(Bangka Pos/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved