Pengakuan Angel, Istri Mantan TNI AD yang Dituduh Akan Membunuh 4 Jenderal, Diminta Ngawal

Angel mengatakan, suaminya mendapat masalah saat menjalankan tugas sebagai TNI AD

Pengakuan Angel, Istri Mantan TNI AD yang Dituduh Akan Membunuh 4 Jenderal, Diminta Ngawal
Capture Youtube Kompascom
Polisi Tunjukkan Senjata Api Ilegal Milik Kelompok yang Tunggangi Aksi 22 Mei 

Saat itu, HK mendapat perintah seseorang untuk membeli senjata.

"HK menerima perintah dari seseorang untuk membeli dua pucuk senpi laras pendek di Kalibata. Seseorang ini, pihak kami sudah mengetahui identitasnya. Sedang didalami," kata Iqbal dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Setelah itu, lanjut Iqbal, pada 13 Oktober HK menjalankan perintah dan membeli senjata.

Ada empat senjata yang didapat oleh HK dari AF dan AD.

Sebagian senjata itu lalu diserahkan HK kepada rekannya, AZ, TJ, dan IR.

Pada 14 Maret, HK mendapat transfer Rp 150 juta.

Sebanyak Rp 25 juta ia bagikan kepada TJ.

"TJ diminta membunuh dua tokoh nasional. Saya tak sebutkan di depan publik. Kami TNI Polri sudah paham siapa tokoh nasional tersebut," kata Iqbal.

Lalu pada 12 April, HK kembali mendapat perintah lagi untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya.

"Jadi, ada empat target kelompok ini menghabisi nyawa tokoh nasional," ujarnya.

Saat ditanya apakah tokoh nasional yang dimaksud adalah pejabat negara, Iqbal membenarkan.

"Pejabat negara. Tapi bukan Presiden. Tapi bukan kapasitas saya menyampaikan ini. Nanti kalau sudah mengerucut baru dikasih tahu," kata dia.

Selain empat pejabat negara, belakangan HK juga mendapat perintah untuk membunuh seorang pemimpin lembaga survei.

"Terdapat perintah lain melalui tersangka AZ untuk bunuh satu pemimpin lembaga swasta. Lembaga survei. Dan tersangka tersebut sudah beberapa kali menyurvei rumah tokoh tersebut," ujar Iqbal.

Saat ini, HK beserta rekannya AZ, TJ dan IR yang mencoba melakukan upaya pembunuhan sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Begitu juga AF dan AD selaku penyuplai senjata.

Namun, otak yang meminta melakukan pembunuhan ini, polisi mengaku masih melakukan pendalaman.

Empat Tokoh Nasional yang Jadi Target Pembunuhan

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengungkapkan, polisi menangkap enam tersangka yang mendapat perintah pembunuhan terhadap pimpinan lembaga survei dan empat tokoh nasional.

Enam pelaku yaitu HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019) kemarin.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal saat menunjukan senpi rakitan laras panjang yang berhasil disita saat aksi 22 Mei, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019). (KompasTV)

M Iqbal mengatakan enam pelaku tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.

Pihak kepolisian sudah mengantongi identitas seseorang yang memerintah aksi tersebut dan kini sedang memburunya.

Polisi mengungkap empat nama tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan dalam aksi kerusuhan 22 Mei 2019.

Dikutip SURYA.co.id dari Kompas TV (Group SURYA), hal tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Gedung Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (28/5/2019).

"Betul (jadi target pembunuhan). Pak Wiranto (Menko Polhukam), Pak Luhut (Menko Kemaritiman), yang ketiga Kepala BIN (Budi Gunawan), yang keempat Pak Gories Mere," terang Tito Karnavian.

Tetapi Tito Karnavian enggan menyebut nama pimpinan lembaga survei yang juga menjadi target pembunuhan.

"Yang kelima pimpinan lembaga survei yang tidak bisa disebutkan," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kesaksian Istri Irfansyah Soal Rencana Suaminya Bunuh 4 Tokoh di Aksi 22 Mei, 'Suka Diminta Ngawal'

Editor: Alza Munzi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved