Berita Bangka Barat

Takut Dipidana, Pedagang Daging Tak Berani Lakukan Hal Ini

Pedagang daging di Pasar Muntok, Asen tak berani menjual daging melebihi HET yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 120.000 perkilogram

Takut Dipidana, Pedagang Daging Tak Berani Lakukan Hal Ini
Bangkapos.com/Hendra
Spanduk yang dipasang Pemkab Bangka Barat di Pasar Daging Muntok mengenai HET daging sapi menjelang lebaran. 

BANGKAPOS.COM-- Pedagang daging di Pasar Muntok, Asen tak berani menjual daging melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 120.000 per kilogram.

Kepada bangkapos.com, Asen mengatakan dia dan pedagang lainnya tetap menjual daging Rp 120.000 per kilogram meskipun permintaan banyak.

"Tidak berani pak kita jual daging diatas HET. Kita tetap diminta menjual daging Rp 120.000 per kilogram," kata Asen.

Bahkan beberapa waktu lalu dia sempat berbicara ke media harga diperkirakan naik hingga Rp 150.000 per kilogram saja langsung dipanggil polisi dan diminta membuat BAP.

"Katanya (polisi--red) bisa membuat resah,"pungkas Asen.

Daripada dipanggil polisi dan terancam hukuman penjara dua tahun, dia tetap mengikuti aturan.

Namun dengan harga jual Rp 120.000 per kilogram,Asen dia tak berani lagi mengambil stok sapi. Apalagi harga sapi saat ini sedang tinggi dan bisa merugikan pedagang.

"Kalau ngambil lagi kita bisa rugi. Harga dari sananya saja sudah naik. Jadi kita jual stok yang ada. Kecuali kalau ada yang mau menyuplai ke kita harga murah atau standar harga beli," kata Asen.

Dia menjelaskan bila membeli stok daging sapi dengan harga pembelian saat ini, harga jual daging sapi berkisar di Rp 130.000.

"Nggak maulah ambil resiko kalau harga jualnya nanti diatas HET. Bisa-bisa nanti kita kena penjara," kata Asen. (Bangkapos.com/Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved