Kriminalitas

Kalah Judi dan Takut Sama Istri, Karta Buat Laporan Palsu ke Polisi Mengaku Dirampok Begal Bersenpi

Laporan Kartawijaya Kusuma alias Karta (30) yang mengaku dirampok kawanan begal bersenjata api (Senpi) hanyalah sebuah rekayasa.

Kalah Judi dan Takut Sama Istri, Karta Buat Laporan Palsu ke Polisi Mengaku Dirampok Begal Bersenpi
IST/Nomo
Kapolsek Merawang Iptu Yudha Prakoso dan Karta usai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Merawang, Minggu (2/6/2019). 

BANGKAPOS.COM -- Ternyata laporan Kartawijaya Kusuma alias Karta (30) yang mengaku dirampok kawanan begal bersenjata api (Senpi), Sabtu (1/6/2019) malam kemarin malam, hanyalah sebuah rekayasa. Buruh harian asal Desa Kimak Kecamatan Merawang Bangka ini sengaja membuat laporan palsu pada polisi karena uang gaji dan THR yang ia dapatkan habis dipergunakan untuk judi.

Fakta ini mencuat setelah polisi menerima laporan Karta yang mengaku dihadang lima orang pria tak dikenal. Para begal menggunakan tiga unit motor tersebut menggunakan senpi dan senjata tajam, memaksanya menyerahkan uang, total Rp 2 Juta dan handphone.

Namun polisi tak begitu saja percaya pada laporan Karta. Apalagi saat olah tempat kejadian (TKP) di lapangan, Jembatan Desa Jurung Kecamatan Merawang, tak terlihat bekas atau tanda-tanda serta bukti terjadinya kekeraaan di lokasi.

Polisi juga mencurigai pengakuan Karta, yang tak masuk akal. Introgasi intensif pun ditujukan pada pelapor, Karta. Merasa terdesak karena tak punya alibi kuat, Karta pun mengaku sebenarnya ia senang berbohong.

Dipastikan tak ada kasus begal menimpanya. Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsek Merawang, Iptu Yudha Prakoso dikonfirmasi bangkapos.com, Mingu (2/6/2019) mengatakan Karta membuat laporan palsu karena takut dimarahi oleh istri karena uang tersebut habis ia gunakan untuk bermain judi.

"Iya, duitnya habis berjudi, takut ribut sama istrinya. Laporan Karta hanyalah rekayasa seolah-olah ada begal," kata Kapolsek. 

Sebelumnya disebutkan aksi kejahatan terjadi lagi. Menjelang lebaran, diduga pelaku begal merampas barang berharga milik pengguna jalan di Desa Jurung Kecamatan Merawang Bangka, Sabtu (1/6/2019). Korbannya bernama Kartawijaya Kusuma alias Karta (30). Uang gaji dan THR korban ludes digasak pelaku, diduga bersenjata api (Senpi).

Kronologi Laporan Palsu Karta 

Awalnya korban pelapor atas nama Kartawijaya Kusuma alias Karta (30), status buruh harian, Warga Desa Kimak Merawang Bangka, melaporkan kejadian itu di Polsek Merawan, Sabtu (1/6/2019) malam. Kronologis kejadian berdasarkan pengakuan korban kepada polisi menyatakan, kejadian pada Hari Sabtu Tanggal 1 Juni 2019 sekitar Pukul 18.40 WIB di Jalan Raya Desa Jurung Kecamatan Merawang, tepatnya di Jembatan Desa Jurung.

Menurut laporan korban pada polisi, pada waktu korban hendak melintas menggunakan motor, tiba-tiba korban dihentikan oleh lima orang laki-laki yang tidak dikenal menggunakan tiga unit sepeda motor Yamaha Vixion.

Kemudian dua orang laki-laki di antaranya tersebut langsung memegangi tangan korban dan seseorang pelaku lainnya menggunakan pisau lalu mengarahkannya ke leher korban. Kemudian seorang pelaku lainnya mengarahkan pistol ke arah kepala korban.

Satu orang lainnya memukul perut korban sebanyak satu kali lalu mengeledah tas yang dibawa korban dan mengambil uang korban sebanyak Rp. 2.000.000, dan handphone nokia yang tersimpan di dalam tas korban. Setelah itu pelaku pergi menggunakan tiga unit sepeda motor vixion yang digunakan pelaku dan meninggalkan korban di lokasi kejadian. Namun laporan dramatis yang disusun Karta, ternyata hanyalah sandiwara alias palsu belaka.

(Bangka Pos/Fery Laskari

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved