Berita Pangkalpinang

3.472 Ekor Sapi Masuk Babel Selama Ramadan

Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang mencatat sepanjang bulan Ramadan sapi yang masuk ke Babel sebanyak 3.472 ekor selama bulan Ramadan

3.472 Ekor Sapi Masuk Babel Selama Ramadan
Dokumen Bangka Pos
Sapi Yang Disiapkan Untuk Dijadikan Daging Sapi Subsidi 

BANGKAPOS.COM - Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang mencatat sepanjang bulan Ramadan sapi yang masuk ke Babel sebanyak 3.472 ekor selama bulan Ramadan tahun 2019 ini.

Ada lima pintu masuk bahan pangan yang masuk ke Babel yakni melalui pelabuhan Pangkalbalam, Pelabuhan Muntok, Pelabuhan Tanjungpandan, Bandara Depati Amir dan Bandara Hananjoeddin. Untuk sapi potong pintu masuknya hanya melalui Pelabuhan Pangkalbalam sebanyak 663 ekor, melalui pelabuhan Mentok sebanyak 2.210 dan pelabuhan Tanjung Pandan sebanyak 599 ekor.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Saifuddin melalui Kepala Seksi Karantina Hewan, Akhir Santoso mengatakan, jumlah pengiriman sapi selama Ramadan meningkat dibandingkan bulan-bulan biasanya.

"Untuk Sapi yang masuk ke Pulau Bangka saja 2.873 ekor, ini belum yang ke Tanjungpandan selama ramadan ini, dan tidak hanya sapi ada beberapa komoditi lain juga yang mengalami peningkatan seperti ayam, daging beku," kata Akhir, Senin (3/6/2019).

Ia mengatakan, untuk telur konsumsi yang masuk ke Pulau Bangka sebanyak 924.308 kg, untuk ayam potong yang masuk sebanyak 85.900 ekor.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pihaknya semua hewan yang masuk ke Babel dinyatakan layak konsumsi.

"Alhamdullillah sapi yang masuk ke kita aman dan siap dikonsumsi tidak sampai mengganggu untuk penularan di hewan di Babel maupun untuk manusia," katanya.

Lebih lanjut disampaikannya, untuk pemeriksaan karantina ada beberapa tahapan yakni, pemeriksaan dokumen persyaratan harus terpenuhi semua diantaranya harus ada sertifikat kesehatan dari daerah asal. Selain itu, di daerah tujuan juga dilakukan pemeriksaan kesehatan terkait kondisi secara umum baik suhu dan pengamatan serta pengasingan.

"Kalau sudah dinyatakan sehat oleh dokter hewan karantina dan hasil lab negatif terhadap penyakit, ya kita lakukan pembebasan karena perlakukan yang berbeda sapi potong dan sapi bibit," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved