Fakta Baru Bom Bunuh Diri, Pelaku Anti Ikuti Kuliah Pancasila dan Gemar Tonton Video Tentang Hal Ini

Fakta Baru Bom Bunuh Diri, Pelaku Anti Ikuti Kuliah Pancasila dan Gemar Tonton Video Tentang Hal Ini

Fakta Baru Bom Bunuh Diri, Pelaku Anti Ikuti Kuliah Pancasila dan Gemar Tonton Video Tentang Hal Ini
TRIBUN SOLO/ASEP ABDULLAH ROWI
Rofik Asharuddin (22), Pelaku bom bunuh diri tergeletak di depan pos polisi Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam. 

Fakta Baru Bom Bunuh Diri, Pelaku Anti Ikuti Kuliah Pancasila dan Gemar Tonton Video Perang Suriah

BANGKAPOS.COM - Sejumlah fakta baru terkait teror bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (5/6/2019) mulai terkuak.

Pelaku bernama Rofik Asharuddin (22) alami kritis setelah melakukan aksii bom bunuh diri di depan pos polisi tersebut.

Profil mengenai pelaku perlahan pun terkuak.

Diketahui Rofik Asharuddin bekerja sebagai pedagang gorengan.

Sekain itu, pelaku juga pernah menempuh pendidikan di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta.

Dikutip dari TribunJateng.com, pelaku diterima di IAIN Surakarta pada 2016 lalu.

Ada kebiasaan yang tak lazim saat Rofik berkuliah di IAIN Surakarta tersebut.

Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak usai meledakkan diri.
Foto pelaku usaha bom bunuh diri di Pos Pengamanan Kartasura, Rofik Asharudin. (Kanan) Foto saat Rofik tergeletak usai meledakkan diri. (TribunSolo.com/Istimewa/Asep Abdullah Rowi)

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Surakarta, Syamsul Bakri berujar, setelah diterima, Rofik tidak pernah masuk.

"Sengaja tidak masuk. Tidak ikut Osmaru (Orientasi Mahasiswa Baru) juga. Infonya, dia tak mau masuk karena ada matakuliah Pancasila," kata Syamsul melalui telepon, Selasa (4/6/2019).

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved