Breaking News:

Pilpres 2019

Jawab Isu Tentang Jokowi Tawarkan Jabatan Menteri ke Gerindra, TKN Ungkap Fakta di Dalam Koalisi

Jawab Isu Tentang Jokowi Tawarkan Jabatan Menteri ke Gerindra, TKN Ungkap Fakta di Dalam Koalisi

Editor: Teddy Malaka
Irwan Rismawan/Tribunnews.com
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) berjalan bersama usai menandatangani prasasti deklarasi damai saat meghadiri Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Silang Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 yang diikuti KPU, pasangan Capres dan Cawapres, dan 16 partai politik nasional tersebut mengambil tema 'Kampanye anti SARA dan HOAKS untuk menjadikan pemilih berdaulat agar negara kuat'. 

BANGKAPOS.COM - Belakangan beredar isu Calon Presiden Joko Widodo tawarkan jabatan menteri kepada Partai Gerindra.

Tawaran menteri kepada Partai Gerindra ini disebut-sebut sebagai pendorong terciptanya rekonsiliasi nasional.

Isu tawaran masuk dalam kabinet Kerja Jilid II kepada Partai Gerindra itu pun mendapat tanggapan dari Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Wakil Direktur TKN Jokowi-Maruf Amin, Lukman Edy mengaku tak terlalu yakin dengan isu tawaran menteri kepada Partai Gerindra tersebut.

Hal itu disampaikan Lukman Edy dalam program Apa Kabar Indonesia Malam TVOne.

Lukman Edy tak merasa yakin jika Jokowi telah menawarkan kursi menteri untuk Partai Gerindra.

"Saya tidak terlalu yakin informasi berkenaan Pak Jokowi sudah menawakan kursi menteri kepada Partai Gerindra," ucapnya seperti dilansir dari tayangan YouTube TVONe.

Bukan tanpa sebab Lukman Edy merasa tidak yakin dengan isu tersebut.

"Karena kami di partai koalisi aja belum ada tawaran, partai-partai belum ditawari sebagai menteri apa atau berapa jatah menterinya," jelasnya.

Ferry Juliantono dan Lukman Edy dalam program Apa Kabar Indonesia malam TVONE.
Ferry Juliantono dan Lukman Edy dalam program Apa Kabar Indonesia malam TVONE. (YouTube Talkshow TVONE)

Menurutnya, saat ini Jokowi masih fokus merajut kebersamaan pascapemilu 2019.

"Itu yang kemudian tagline-tagline itu sekarang kami perbesar di kantor TKN, supaya memberikan semangat kepada seluruh aktivis-aktivis TKN, untuk membuka dialog komunikasi dengan teman-temnan yang ada di 02," terangnya.

"Supaya perbedaan-perbedaan selama ini segera diakhiri," tambahnya.

Lukman Edy juga menilai bahwa Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momen yang tepat untuk dilakukannnya rekonsiliasi nasional.

"Terlepas dari ada pihak yang menganggap tidak penting tapi bagi kami tetap menjadi penting," ucapnya.

"Jadi agenda utama bagi Pak Jokowi untuk menyelesaikan berbagai macam perbedaan pendapat. Kita ingin bangsa ini kondusif," tambahnya.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono pun nampak sepakat dengan apa yang disampaikan Lukman Edy.

"Yang terpenting sekarang karena suasananya lebaran rasanya pertemuan siapapun itu, ga ada masalahnya," katanya.

Namun, kata dia, jika memang terjadi rekonsiliasi nasional di mana pertemuan antara Jokowi dan Prabowo Subianto terlaksana, ada baiknya tidak dikaitkan dengan politik.

"Tidak usah harus selau dikaitkan dengan politik," tegasnya.

Kata Jokowi soal isu Sandiaga Uno masuk kabinet Kerja jilid II

Capres Petahana Joko Widodo (Jokowi) angkat suara soal isu Sandiaga Uno masuk dalam kabinet kerja jilid II.

Belakangan ini Sandiaga Uno memang ramai diisukan masuk dalam daftar kabinet kerja jilid II periode 2019-2024.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan pihaknya belum bicara hingga sedetail itu.

Jokowi menjelaskan bahwa saat ini masih menunggu proses di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sebagaimana diketahui bahwa pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandi memutuskan mengajukan gugatan hasil pilpres ke MK.

Berdasarkan rekapitulasi KPU, hasil Pilpres 2019 sendiri telah memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin.

Seiring berjalan waktu, Jokowi pun dikabarkan telah menyusun kabinet kerja jilid II.

Beberapa nama pun muncul termasuk Sandiga Uno.

Namun, Jokowi memastikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum membahasnya lebih jauh lagi.

"Kita ini belum bicara sedetail itu, belum sejauh itu," ujar Jokowi seperti dilansir dari tayangan YouTube iNews TV, Rabu (29/5/2019).

"Kita masih menunggu proses di MK," sambungnya.

Calon presiden Joko Widodo di kampung deret, di RT 13 RW 01, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2019) siang.
Calon presiden Joko Widodo di kampung deret, di RT 13 RW 01, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2019) siang. (Kompas.com/Ihsanuddin)

Selain itu, lanjut Jokowi, pihaknya juga masih belum memikirkan apakah perlu dibentuk kementrian baru atau tidak.

"Kemudian siapa yang mengisi ini masih dalam proses, tapi yang jelas sebelum 20 Oktober saya kira sudah ada bayangannya," jelas Jokowi.

Di sisi lain, Jokowi sendiri tak menutup kemungkinan jika Sandiaga Uno akan masuk dalam Kabinet Kerja jilid II.

Begitu juga dengan Komandan Kosgama Partai Demokrat Agus Yudhoyono (AHY).

"Kenapa tidak?" kata Jokowi.

"Saya terbuka untuk siapapun bersama-sama bekerjasama memajukan negara ini," terangnya.

"Siapa pun partai di luar koalisi, saya terbuka, asal memiliki visi yang sama," tambahnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno sendiri membantah mendapatkan tawaran jabatan dari kubu Jokowi-Maruf.

Hal itu sekaligus membantah pernyataan Koordinator Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak.

"Ke saya sih enggak ada. Nanti mungkin bisa dicek ke Pak Prabowo, tapi ke saya enggak ada tawaran sama sekali," ungkap Sandiaga Uno ditemui usai menghadiri acara di Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan pihaknya masih fokus menyelesaikan proses pemilu hingga ke tahap akhir.

"Saya yakin semua pihak masih menahan diri karena ini kan bukan tentang bagi-bagi jabatan," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Dahnil menyebut Prabowo-Sandi ditawarkan jabatan politik.

"Banyak sekali tawaran-tawaran jabatan ke Prabowo, Bang Sandi. Bang Sandi berulang kali menyebutkan bahwa ia tidak akan tertarik dengan tawaran-tawaran jabatan," kata Dahnil, Kamis (23/5/2019).

(TribunJakarta.com/Mohamad Afkar Sarvika)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Ramai Isu Jokowi Tawarkan Kursi Menteri ke Gerindra, TKN Tak Yakin: di Koalisi Aja Belum Ada Tawaran.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved