Berita Pangkalpinang

Terkait Kecelakaan di Lokasi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: Perlu Ada Standar Operasional

Dunia pariwisata Bangka Belitung berduka menyusul dua kekecelakaan di dua lokasi wisata yang berbeda di Bangka Belitung

Terkait Kecelakaan di Lokasi Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: Perlu Ada Standar Operasional
Dokumen Bangka Pos
BAWA TURIS - Kapal nelayan, desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah membawa turis pulang dari pulau Ketawai, Bangka Tengah, Sabtu (16/5). Kegiatan ini menjadi penghasil tambahan bagi nelayan sekitar. 

BANGKAPOS.COM - Dunia pariwisata Bangka Belitung berduka menyusul dua kekecelakaan di dua lokasi wisata yang berbeda di Bangka Belitung, yakni Pulau Lengkuas dan Pulau Ketawai pada musim liburan Idulfitri 1440H.

Di Pulau Lengkuas, sampan yang digunakan untuk mengangkut 25 wisatawan lokal tenggelam dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia. Sementara di Pulau Ketawai, satu wisatawan sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia setelah berenang di pulau tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Bangka Belitung A. Rivai mengatakan perlu diatur lebih lanjut agar kecelakaan-kecelakaan di lokasi wisata seperti ini bisa diminimalisasi.

"Ke depan kita harus pikirkan ada semacam standar operasional atau dalam bentuk aturan-aturan lain. Mungkin dalam bentuk peraturan bupati atau peraturan daerah yang intinya harus ada standar operasional layanan bagi para wisawatan dari faktor keselematan dan kenyamanannya," kata Rivai dihubungi bangkapos.com, minggu (9/6/2019)

Terkait kecelakaan di Pulau Lengkuas, Rivai menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan kabupaten kota untuk membuat peraturan terkait ini.

"Contoh perahu misalnya standar yang memenuhi aspek keamanan seperti apa, standar peralatan yang harus ada. Di dalamnya seperti apa, laik atau tidaknya ini harus diatur sedemikian rupa," katanya.

Rivai menyatakan, pihaknya berduka cita atas dua musibah kecelakaan di dua pulau kecil di Babel kemarin.

"Tentu saja keluarga besar Pemprov Babel, khususnya Disbudpar Babel turut berbela sungkawa atas kejadian ini," katanya

Hampir tiap libur panjang pasca Idulfitri selalu terjadi kecelakaan di lokasi wisata di Babel. Di pantai misalnya, kecelakaan yang rentan terjadi adalah korban tenggelam setelah terseret arus.

Ada pula kejadian seorang bocah dari Toboali Bangka Selatan juga meninggal dunia karena tenggelam di kolam renang, kawasan wisata di Pangkalpinang. Rivai mengakui kecelakaan seperti ini bukan hanya terjadi di satu daerah tertentu saja, tetapi terjadi di sejumlah destinasi dan sudah harus menjadi fokus perhatian Babel ke depan.

"Mudah-mudahan kejadian seperti ini di tahun depan tak terulang lagi. Kita harus bergerak cepat, harus ada SOP, agar wisatawan benar-benar aman, nyaman dan kecelekaaan-kecelakaan seperti ini bisa diminimalisaasi, " katanya.

(Bangka Pos / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved