Berita Pangkalpinang

Tingkatkan Kewaspadaan Kapolda Babel Nilai Arus Mudik Aman dan Lancar

Kondisi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di Bangka Belitung berjalan aman dan kondusif.

Tingkatkan Kewaspadaan Kapolda Babel Nilai Arus Mudik Aman dan Lancar
Bangkapos.com/Deddy Marjaya
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono bersama Ketua DPRD Didit Srigusjaya dan Forkominda saat memantau arus mudik di Tanjung Kalian H-2 lalu. 

BANGKAPOS.COM-- Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Istiono mengatakan kondisi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H di Bangka Belitung berjalan aman dan kondusif.

Ini berkat partisipasi masyarakat yang meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dalam perayaan Idul Fitri.
"Mulai dari arus mudik, perayaan Idul Fitri berjalan aman dan kondusif harapannya arus balik pemudik juga berjalan aman dan lancar," kata Brigjen Pol Istiono Minggu (9/6/1019)

Brigjen Pol Istiono mengatakan pengamanan dalam rangka Hari Raya Idul Fitri akan terus dilaksanakan hingga H+7 atau hingga tanggal 12 Juni 2019 dalam Operasi Ketupat Menumbing.

Dalam pengamanan ini sebanyak 22 Pos Pengamanan (Pos Pam) dan 9 Pos Pelayanan (Pos Yan) didirikan dengan melibatkan sebanyak 1.300 personil gabungan. Terdiri dari 550 personil Polri, TNI 164 personil, 166 personil Pol PP.

Sisanya dari berbagai instansi seperti Dishub, Linmas, Jasa Raharja, Damkar, Pramuka, Dinkes, PKS, Semkom, ASDP, Basarnas, PMI, PLN, Angkasa Pura, Pelindo, Orari dan ormas lainnya. Dimana ada 302 titik lokasi yang dilakukan pengamanan. Antara lain terdiri dari terminal 8 titik, Bandara 2 titik, pelabuhan 9 titik, 175 masjid, tempat wisata 63 titik dan 44 titik pusat perbelanjaan.

"Personil gabungan yang terlibat Operasi Ketupat Menumbing akan tetap bertugas aaat ini fokus pengamanan arus balik dan tempat wisata," kata Brigjen Pol Istiono.

Brigjen Pol Istiono mengakui kewaspadaan jajarannya dalam pengamanan Idul Fitri 1440 lebih ditingkatkan. Temasuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan gangguan keamanan.

Ini sebagai bentuk antisipasi dengan melakuakan pendekatan baik terhadap tokoh tokoh agama dan masyarakat juga melalaui informasi yang dihimpun oleh intelijen dan Bhabinkamtibmas.

"Antisipasi dan kesiagaan kita tingkatkan dengan pola pendekatan sehingga jika ada informasi langsung ditindaklanjuti agar tidak berkembang,' kata Brigjen Pol Istiono. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved