Kisah Teuku Markam, Si Penyumbang 38 Kg Emas untuk Monas, Dituduh PKI hingga Berakhir Menyedihkan

Teuku Markam Penyumbang 38 Kg Emas untuk Monas, Dituduh PKI hingga Berakhir Menyedihkan

Kisah Teuku Markam, Si Penyumbang 38 Kg Emas untuk Monas, Dituduh PKI hingga Berakhir Menyedihkan
kolase foto wikipedia
Teuku Markam pernah sumbang emas untuk Monas seberat 38 kg 

Kisah Teuku Markam, Si Penyumbang 38 Kg Emas untuk Monas, Dituduh PKI hingga Berakhir Menyedihkan

BANGKAPOS.COM -- Nama Teuku Markam mungkin mungkin masih asing di telinga kita.

Ya, nama Teuku Markam juga tidak pernah seterkenal Teuku Umar atau Cut Nyak Dien.

Namun, tahukah Anda sosok pembesar Aceh itu sebenarnya juga layak dikatakan sebagai pahlawan meskipun tak pernah menghunuskan rencongnya ke muka serdadu Belanda.

Adapun Teuku Markam penyumbang emas untuk Monas - Monumen Nasional. 

Teuku Markam berjuang setelah Indonesia merdeka.

Soal Gugatan Pilpres Prabowo ke MK, Pakar Hukum Tata Negara Ini Peringatkan Kubu 01, Ini Jelasnya

Bukan untuk menebas pemberontakan atau kembalinya para kompeni laknat, tapi memperbaiki ekonomi Indonesia yang ketika itu rusak parah.

Seperti dikutip Wartakotalive.com dari laman Wikipedia Teuku Markam adalah pengusaha kaya Aceh pada jaman pemerintahan Presiden RI Soekarno.

Teuku Markam merupakan keturunan Uleebalang yang lahir tahun 1925 di Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara dan ayahnya bernama Teuku Marhaban.

Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved