Berita Pangkalpinang

Sidak Ke RSUD Depati Hamzah, Molen Soroti Prasarana dan Alkes

Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (10/6/2019).

Sidak Ke RSUD Depati Hamzah, Molen Soroti Prasarana dan Alkes
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Walikota Pangkalpinang sidak ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (10/6/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, Senin (10/6/2019). Sidak dilakukan wali kota bersama pejabat pemerintah kota Pangkalpinang dihari pertama masuk kerja ASN setelah libur lebaran.

"Lebih tepatnya ke sini untuk melihat fasilitas dan pelayanan umum, bukan untuk memvonis atau menjudge, kita lihat apa yang menjadi kebutuhan sehingga dapat melengkapi dan memberikan kebutuhan masyarakat," jelas Molen kepada bangkapos.com.

Molen menuturkan, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai kebutuhan untuk pelayanan seperti penyediaan tirai di kamar pasien, penahan panas, teralis sebagai pembatas antara pengunjung, selimut untuk pasien dan penambahan kotak sampah.

Molen menyebut, alat kesehatan seperti CT Scan juga mesti menjadi perhatian untuk disiapkan.

Dia mengatakan, sarana prasarana untuk 100 persen terpenuhi memerlukan waktu sehingga dapat terpenuhi secara maksimal. Namun, dia menargetkan sekitar 75 persen alkes maupun sarana prasarana lain dapat dipenuhi ditahun 2020 mendatang.

Pihaknya pun saat ini sedang mengejar alokasi dana dari APBN. Sedikitnya sekitar 10 hingga 15 persen dari Rp 9 Milyar direncanakan untuk kebutuhan kesehatan. Namun Molen menyatakan, hal tersebut kemungkinan tidak dapat tersedot semuanya, dia menyebut untuk pelayanan umum dijadikan sebagai skala prioritas.

Sementara, Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Nugroho Muji Pamungkas, Sp B, mengatakan, yang menjadi prioritas saat ini bagaimana menggabungkan pelayanan agar berdekatan. Pasalnya untuk ruang pendaftaran masih berada di gedung lama sehingga sarana prasarana tersebut lah yang ingin disatukan lokasinya.

"Sesuai kebutuhan yang diperlukan. Menurut saya untuk tenaga medis merupakan kebutuhan masyarakat. Alat kesehatan CT Scan juga kebutuhan. Yang paling penting itu kualitas pelayanan," ungkap pria yang disapa dokter Toto.

Dia mengatakan, catatan yang diberikan wali kota saat sidak akan dikejar ditahun 2020 mendatang untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan dan hal-hal kecil lainnya. (Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved