Berita Pangkalpinang

Dinkes Pangkalpinang Belum Ketahui Penyebab Warga Pangkalarang Diserang Gatal-Gatal

Warga di empat rukun tetangga (RT) Pangkalarang Kecamatan Pangkalbalam alami gatal-gatal

Dinkes Pangkalpinang Belum Ketahui Penyebab Warga Pangkalarang Diserang Gatal-Gatal
Dokumen Bangka Pos
Ulat bulu yang menyerang warga Pangkalarang Kecamatan Pangkalbalam Kota Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM - Dinas Kesehatan Pangkalpinang mencatat warga di empat rukun tetangga (RT) Pangkalarang, Kecamatan Pangkalbalam, alami gatal-gatal diduga oleh masyarakat sekitar berasal dari ulat bulu.

Namun dugaan ini belum diperkuat secara medis oleh dinas kesehatan, lantaran masih mengidentifikasi dan melakukan penyelidikan terhadap masyarakat yang terdampak gatal-gatal.

Plt. Kepala dinas Kesehatan Pangkalpinang, Suriyanto mengatakan belum diketahui pasti penyebab gatal-gatal yang dialami sekitar 150 warga di sana. Dia pun belum bisa mengatakan karena disebabkan oleh wabah ulat bulu.

Suriyanto menyebut bisa saja efek gatal-gatal karena faktor air sungai maupun udara. Pihaknya melalui tim medis telah membentuk posko di rumah warga sekitar untuk memberikan penanganan kepada ratusan warga terdampak.

Plt kepala dinas kesehatan Pangkalpinang, Suriyanto
Plt kepala dinas kesehatan Pangkalpinang, Suriyanto (Bangka Pos/Ira Kurniati)

"Kami belum bisa mengatakan ini karena ulat bulu atau bukan. Setelah pengecekan kami bersama dinas pertanian dan peternakan, ulat bulu ada di seberang pulau sana. Tidak menyebar di pemukiman warga. Cuma ada beberapa memang menmpel di jalan atau jembatan. Jadi kami belum bisa memberi tahu ini karena ulat bulu atau ada faktor lain," jelas Suriyanto yang ditemui bangkapos.com, Selasa (11/6/2019).

Dia mengungkapkan kejadian ini sudah dialami satu per satu warga di Pangkalarang sekitar dua bulan lalu. Namun pengobatan hanya dilakukan sebatas meminum obat anti gatal.

Setelah gatal ditubuh dirasa hilang, mereka menanggap hanya gatal biasa dan tidak melaporkan ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun efek gatal tersebut akhirnya timbul kembali hingga menyerang seluruh warga di empat RT tersebut.

"Semua terdampak. Dari anak kecil, dewasa hingga orangtua. Laki-laki maupun perempuan. Kami ini memohon kepada warga, agar melaporkan kejadian ini kepada kami. Kan sudah dua bulan lalu banyak yang kena, tapi tidak ada laporan masuk ke kami. Saya mohon kerja samanya untuk melapor kalau ada kejadian seperti ini. Kami belum bisa menjangkau seluruhnya, jadi saya mohon untuk kerja sama masyarakat juga," jelas Suriyanto.

(Bangka Pos/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved