Berita Pangkalpinang

Jembatan EMAS Masih Tak Bisa Dilalui, Ada Kebocoran Pada Hidrolik

Sempat dinyatakan sudah bisa dilalui saat lebaran Idulfitri ternyata jembatan kembali bermasalah karena ada kerusakan berupa bocornya hidrolik

Jembatan EMAS Masih Tak Bisa Dilalui, Ada Kebocoran Pada Hidrolik
BANGKA POS / DEDY Q
Warga hendak melalui jembatan EMAS yang tak bisa dilalui karena mengalami kerusakan pada hidrolik, Rabu (12/6/2019) 

BANGKAPOS.COM - Hingga saat ini Jembatan EMAS yang menghubungkan Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka masih tak bisa dilalui kendaraan. Pantauan bangkapos.com, Rabu (12/6/2019) siang, posisi jembatan masih terangkat atau terbuka.

Pembatas tampak dipasang melintang di jalan jembatan. Beberapa warga masih datang ke untuk sekadar berfoto-foto.

Sempat dinyatakan sudah bisa dilalui saat lebaran Idulfitri 1440H, ternyata jembatan kembali bermasalah karena ada kerusakan berupa bocornya hidrolik jembatan.

" Jadi kerusakan pertama itu pondasinya, setelah diperbaiki, ternyata ada masalah pada hidroliknya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kepulauan Bangka Belitung Noviar Ishak kepada bangkapos.com, Rabu (12/6/2019).

Saat ini permasalahan jembatan yang disebut-sebut sebagai ikon Bangka Belitung itu terus ditangani. Fungsi hidrolik sangat vital pada operasional jembatan EMAS.

"Kecil bocornya. Kerusakaanya di situ, bocor kecil saja, ia tidak bisa berfungsi. Saya sempat bilang kan lebaran beroperasi, ternyata pas mau dicoba, ada masalah. Nah cari di mana bocornya itu yang lama. Sekarang sedang dalam perbaikan dan kami sudah tahu di mana masalahnya. Mudah-mudahan tidak lama lagi bisa beroperasi," beber Noviar.

PUPR akan bertemu KSOP Pangkalbalam untuk membahas pengaturan kembali buka-tutup jembatan. Selama ini menurut Noviar jembatan tersebut terlampau sering dibuka-tutup.

Rncananya buka-tutup jembatan akan mengutamakan arus lalu lintas laut. Jembatan hanya bisa dilalui kendaraan saat air laut tengah surut dan kapal tak bisa masuk ke pelabuhan.

"Jembatan itu idealnya dibuka-tutup sebanyak dua sampai tiga kali sehari. Kemarin terlampau sering jadi agak terganggu. Jembatan tersebut nanti akan diturunkan saat air laut surut, saat kapal tidak bisa masuk alur pelabuhan. Prinsipnya yg diutamakan adalah lalu lintas laut,"ujarnya.

Jembatan EMAS diketahui telah beberapa kali bermasalah sehingga tidak bisa dilalui. Menurut Noviar, kerusalan paling parah dan membutuhkan waktu perbaikan yang lama terjadi pada Februari lalu.

"Kerusakan sekarang masih efek dari kerusakan tersebut. Dengan pemeliharaan rutin dan pengaturan buka tutup yang menyesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut, mudah-mudahan operasional jembatan bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

(Bangka Pos/ Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved