Berita Pangkalpinang

Reaksi Gubernur Babel Terkait Peristiwa Berujung Maut di Destinasi Wisata saat Libur Lebaran

Kecelakaan terjadi di beberapa destinasi wisata selama libur lebaran ini yang menewaskan beberapa orang saat berlibur di destinasi wisata.

Reaksi Gubernur Babel Terkait Peristiwa Berujung Maut di Destinasi Wisata saat Libur Lebaran
Bangka Pos/Krisyanidayati
Gubernur Babel Erzaldi Rosman 

BANGKAPOS.COM - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengimbau para pengelola destinasi wisata yang ada di Babel untuk mengutamakan dan menyiapkan peralatan keselamatan di Destinasi wisata.

Hal ini menyusul sejumlah kecelakaan yang terjadi di beberapa destinasi wisata selama libur lebaran ini yang menewaskan beberapa orang saat berlibur di destinasi wisata.

Erzaldi menyebutkan, pihaknya telah mengimbau para pengelola pariwisata betul-betul mematuhi aturan dan ketentuan yang mendahului keselamatan pengunjung.

Tak hanya itu, pengunjung juga diminta untuk mematuhi aturan yang ditentukan, misalnya lokasi mana saja yang tidak boleh berenang, kedalaman berenang. Aturan yang dibuat pengelola wisata juga harus ditaati pengunjung.

"Misalnya perlengkapan keselamatan di laut harus pakai pelampung kalau berenang, ini harus betul menjadi perhatian bersama baik pengelola maupun pengunjung," katanya, Rabu (12/6/2019).

Lebih lanjut, dikatakan Erzaldi pemerintah daerah baik kabupaten/kota dan provinsi dalam mengeluarkan izin sesuai kewenangannya, sebelum mengeluarkan izin pengelolaan destinasi wisata harus selalu mengkrocsek peralatan keselamatan.

"Jangan kita sudah membuat aturan tapi dilanggar para penyelenggara, lalu tidak ditindaklanjuti oleh kawan-kawan di pemerintahan, ini menjadi tanggungjawab bersama," tegasnya.

Ia tak memungkiri, dengan adanya kejadian ini akan memberikan efek ketakutan orang untuk berlibur atau berwisata, namun hal ini harus disikapi bersama untuk lebih ketat lagi dalam hal keamanan.

"Kami akan bersurat dan membantu mengontrol beberapa lokasi yang tempat wisata. Kalau kita di cap sudah tidak aman, ini akan berimbas kepada semuanya tempat destinasi wisata kita. Selain menghimbau jaga keselamatan, kuta juga mengimbau untuk menjaga kebersihan," katanya.

Ia mencontohkan, kecelakaan yang terjadi di Belitung kata dia itu bukan merupakan kapal yang biasanya digunakan untuk mengangkut wisatawan atau penyedia jasa wisata.

Kata dia, sejauh ini sejauh kapal penyeberangan yang biasanya digunakan para penyedia wisata telah memenuhi standar keselamatan.

"Kejadian di Belitung ini perahu yang digunakan bukan yang standar wisata tetapi apapun itu, bila ada petugas di daerah mereka berangkat harusnya sudah ada teguran. Saya dapat laporan kapal ini melebihi kapasitas penumpang," katanya.

Adanya peristiwa ini, menjadi cambuk bagi semua pihak untuk memperketat persyaratan kapal penyeberangan dan harus memperhatikan standar yang diberlakukan.

"Hal seperti ini masih banyak terjadi di tempat lain misalnya di permis, sungai selan, Sadai. Ini sudah jita tegur, tapi kembali lagi setelah kita tegur beberapa penyedia ini kadang-kadang membandel," katanya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved