Berita Pangkalpinang

Sebanyak 204 Warga Pangkalarang Menderita Gatal-Gatal Diserang Hama Ulat Bulu

Puskesmas Pangkalbalam yang menangani permasalahan kesehatan ini mencatat sudah ada 204 warga yang melaporkan keluhan rasa gatal disekujur tubuh

Sebanyak 204 Warga Pangkalarang Menderita Gatal-Gatal Diserang Hama Ulat Bulu
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Warga Pangkalarang yang mengambil obat di posko kesehatan, Rabu (12/6/2019) 

BANGKAPOS.COM-- Ratusan warga di RT 5, 6, 7 ,dan 8 Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, yang terkena dampak gatal-gatal diduga akibat hama ulat bulu, terus diberikan penanganan dari Dinas Kesehatan Pangkalpinang, Rabu (12/6/2019).

Petugas dari puskesmas Pangkalbalam yang menangani permasalahan kesehatan ini mencatat sudah ada 204 warga yang melaporkan keluhan rasa gatal disekujur tubuhnya. Obat-obatan pun telah diberikan sejak kemarin dibuka nya posko kesehatan.

Petugas kesehatan, M Heri, mengatakan, keluhan yang dialami kebanyakan warga yakni rasa gatal disekujur tubuh, di celah jari dan timbul bintik kemerahan serta pada anak menimbulkan nanah dari bintik-bintik tersebut. Namun belum diketahui secara pasti penyebab ini dikarenakan hama ulat bulu atau sanitasi lingkungan sekitar yang dirasanya kurang bagus.

"Biasanya satu orang di rumah kena, yang lain ikut kena karena terkontak dengan yang sebelumnya. Seperti menggunakan sprei yang sama. Kalau melalui udara saya rasa sampai sekarang belum bisa dijelaskan," ujar Heri ditemui di Posko Kesehatan Pangkalarang.

Pihaknya telah memberikan obat berupa pil dan obat luar (dioles) untuk menangani gejala sakit kepada pasien. Obat tersebut diberikan untuk tiga hingga lima hari kedepan.

Heri mengimbau agar masyarakat tidak hanya sekedar mengambil obat saja, tetapi lakukan pengecekan kesehatan di Puskesmas Pangkalbalam yang jaraknya tidak begitu jauh dari lokasi. Pihaknya tetap berada di lokasi untuk mengantisipasi gejala ini selama seminggu.

"Saya imbau untuk tetap menggalakkan pola hidup teratur dan sehat karena lingkungan dan kesehatan itu beriringan sekali. Kami disini fokusnya untuk menangani pasien untuk memberikan pengobatan," ingat Heri.

Rahmat, warga yang juga terkena gatal-gatal, mengaku sudah sekitar beberapa minggu lalu mengalami hal ini. Dia yang merupakan nelayan, sempat menemukan ulat bulu di perahu yang digunakannya. Rasa gatal itu kemudian makin hari semakin menjadi sehingga warga lainnya pun melaporkan kejadian ini ke aparat setempat.

"Gatal semua dibadan saya. Ini sampai ke leher-leher," kata Rahmat kepada bangkapos.com.

Amat, warga lainnya, mengaku rasa gatal ditubuhnya sudah sudah mulai berkurang setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan tenaga medis kemarin. Hanya saja masih terdapat bekas bintik merah yang berubah menjadi kehitaman karena kerap digaruk oleh Amat.

"Udah mendingan. Baru sekali minum obat kemarin. Kalau gatal-gatal sudah agak hilang, cuma masih ada bekas sedikit," kata nya.

Sebelumnya, ratusan warga Pangkalarang ini mengalami keluhan gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Mereka menduga berasal dari hama ulat bulu yang pernah ditemukan di beberapa rumah warga di pesisir sungai.

Awalnya hanya beberapa warga saja yang terkena dampak ini, namun lama kelamaan semakin banyak dan mencapai ratusan. Mengatasi hal itu pun, Dinas Pertanian dan Pangan Pangkalpinang melakukan penyemprotan untuk membasmi hama ulat bulu yang berada di seberang pemukiman warga. (Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved