Berita Pangkalpinang

Suara Aneh dan Getaran di Tanjungpandan Bisa Disebabkan Hal Ini, Tetap Perlu Penilitian Lebih Lanjut

Rahayu Robiana (Robi) menjelaskan, banyak fenomena yang menyebabkan getaran disertai dentuman dan pernah terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Suara Aneh dan Getaran di Tanjungpandan Bisa Disebabkan Hal Ini, Tetap Perlu Penilitian Lebih Lanjut
Dok/Bangkapos.com
Penyelidik Bumi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Rahayu Robiana (Robi) 

BANGKAPOS.COM- Penyelidik Bumi di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Rahayu Robiana (Robi) menjelaskan, banyak fenomena yang menyebabkan getaran disertai dentuman dan pernah terjadi di wilayah lain di Indonesia.

Dia mengatakan perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab fenomena suara aneh dan getaran di Tanjungpandan, Belitung, Selasa (11/6/2019) malam kemarin.

"Bisa dikarenakan gempa bumi, longsoran bawah tanah, petir, atau aktivitas penambangan. Perlu di kaji lebih lanjut untuk mengetahui penyebab fenomena yang dirasakan di wilayah tersebut," kata Robi dihubungi Bangkapos.com, Rabu (12/6/2019).

Negeri Laskar Pelangi heboh dengan suara 'dumm' menyerupai petir diiringi getaran dan sangat terasa saat berada di dalam rumah, Selasa (11/6/2019) sekitar pukul 19.30 WIB. Fenomena ini dilaporkan hanya terjadi beberapa detik saja.

Sebagian warga di Tanjungpandan Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendengar suara dan merasakan getaran misterius tersebut. Fenomena ini dilaporkan dirasakan warga di Desa Air Ketekok, Desa Air Merbau, Desa Pelempang Jaya, Kelurahan Lesung Batang, Kelurahan Pangkallalang dan sebagian desa/kelurahan di Kecamatan Tanjungpandan.

BMKG membenarkan adanya fenomena ini. Tetapi, disangsikan jika penyebabnya adalah gempa sebab tidak ada peralatan BMKG yang merekam adanya aktivitas gempa di Pulau Belitung.

Menurut Robi, untuk benar-benar mengetahui penyebab fenomena ini tetap perlu penelitian lebih lanjut. Untuk menyebutkan tidak ada gempa pun harus mengetahui terlebih dahulu di mana posisi seismometer.

Penelitian lebih lanjut tetap perlu dilakukan meskipun masyarakat awam mengandalkan tanda-tanda awal seperti langit yang cerah, petir, ataupun mengkaitkannya dengan aktivitas penambangan

"Beberapa kasus gempa lokal jarang terdeteksi oleh jaringan regional. kemudian seberapa lokal getaran terasa. seberapa jauh lokasi penambangan terdekat dengan lokasi dirasakannya getaran. Kemudian perlu analisis lebih jauh mengenai kondisi geologi setempat untuk memperkirakan (apakah terjadi) longsoran bawah permukaan," tutur Robi. (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved