Berita Sungailiat

Warga Protes Bau Busuk Kandang Babi, Satpol PP Datangi Pemilik Peternakan

Sejumlah Warga Desa Rebo Sungailiat Bangka mengeluhkan bau busuk menyengat berasal dari kandang peternakan babi milik DJR alias CD

Warga Protes Bau Busuk Kandang Babi, Satpol PP Datangi Pemilik Peternakan
Ist/Suherman
Satpol PP Bangka saat mendatangi pemilik peternakan guna memberikan peringatan untuk segera memindahkan kandang babi tersebut, Selasa (12/6/2019). 

BANGKAPOS.COM-- Sejumlah Warga Desa Rebo Sungailiat Bangka mengeluhkan bau busuk menyengat berasal dari kandang peternakan babi milik DJR alias CD yang diduga penyebabnya. Pemilik peternakan ini didatangi Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Selasa (12/6/2019).

Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan Achmad Suherman kepada Bangka Pos, Selasa (12/6/2019) mengakui, tim diterjunkan seiring adanya laporan warga setempat. "Kegiatan ini karena adanya laporan warga masalah peternakan babi dekat pemukiman yang mencemari lingkungan. Bau busuk dari kotoran babi menyebabkan polusi," ungkap Suherman.

Ketika itu tim yang diterjunkan masing-masing Kasi Pengawasan Perda Satpol PP, Heny Vitiana, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Perda/PPBS, Fredy Heryawan. Kedua kepala seksi ini datang bersama anggota langsung menindak lanjuti laporan masyarakat Desa Rebo untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan.

Kandang babi milik DJR alias CD di Desa Rebo Sungailiat Bangka menuai protes warga.
Kandang babi milik DJR alias CD di Desa Rebo Sungailiat Bangka menuai protes warga. (Ist/Suherman)

"Sekaligus meninindaklanjuti perintah Bupati Bangka soal ditemukan pertenakan babi dekat
pemukiman. Saat kita datangi jumlah babi 75 ekor, yang awalnya berjumlah 90 ekor. Kita sarankan pada pemilik peternakan agar memindahkan kandang tersebut agak jauh dari pemukiman dan membuat septiteng (penampung kotoran)," kata Suherman.

Dia menyebutkan, sebelumnya pemilik peternakan sudah pernah diingatkan oleh warga maupun pihak pemerintahan desa terkait. Namun pemilik peternakan terkesan membandel. "Sebenarnya kasus ini sudah ditangani oleh pihak desa dan kecamatan. Tetapi pemilik peternakan ini membandel dan bersikeras dak mau pindah," sesalnya.

Suherman memastikan, polusi udara atau pencemaran lingkungan akibat kotoran babi, sangat menggangu warga. Jika tak segera diantisipasi, dikawatirkan warga beritndak anarkis merusak peternakan tersebut.

"Polusi kandang babi sangat mengganggu kesehatan lingkungan maupun kesehatan warga setempat. Kami tidak melarang orang berusaha tetapi tolong jaga lingkungan sekitar. Karena ini merupakan polusi bau, polusi suara dan mengganggu ketertiban umum," katanya.(Bangkapos.com/Fery Laskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved