Berita Bangka Barat

Alsy Bocah 9 Tahun Menderita Kelainan Usus, Perutnya Membesar dan Tak BAB Hampir Sebulan

Agil, S (49) orangtua Alsy menyampaikan, anak keduanya tersebut menderita kelainan usus, hal ini diketahui mereka saat usia Alsy dua tahun.

Alsy Bocah 9 Tahun Menderita Kelainan Usus, Perutnya Membesar dan Tak BAB Hampir Sebulan
Bangka Pos/Nordin
Alsy (9), penderita kelainan usus bersama kedua orangtua di rumahnya di Dusun II, Desa Mayang, Kabupaten Bangka Barat, 

BANGKAPOS.COM -- Kisah hidup Alsy (9) tidak seperti kebanyakan anak-anak pada umumnya, di usianya ia  belum pernah merasakan bangku sekolah dan jarang bermain bersama teman-teman.

Agil, S (49) orangtua Alsy menyampaikan, anak keduanya tersebut menderita kelainan usus, hal ini diketahui mereka saat usia Alsy dua tahun.

Dampak dari hal tersebut, tubuh Alsy berbeda dengan anak-anak seusianya, perutnya membesar dan mengeluarkan kotoran dari usus.

"Sekilas anaknya biasa-biasa saja, sering mandi di sungai kalau kami ke sungai, makan juga normal. Tapi perutnya yang membesar, dia tidak pernah main dengan teman seusianya, mungkin karena malu," ungkap Agil yang sehari-hari bekerja sebagai pelimbang timah ini

Tak putus usaha yang dilakukan Agil dan Istrinya Kasidah (30), melalui jalur kesehatan dibantu dinas kesehatan Bangka Barat, mereka sudah empat kali membawa Alsy ke Rumah Sakit untuk melakukan operasi.

Sesekali Agil menyebutkan mereka merasa lega dengan kondisi anaknya membaik, namun kadang dirinya merasa iba melihat anaknya tidak buang air besar (BAB) hampir sebulan.

"Sudah tujuh tahun anak saya ini mengalami kelainan usus ini, kata dokter ini bawaan dari lahir. Namanya orang tua melihat anak sakit pasti cemas," ujarnya

Agil mengaku rela meninggalkan pekerjaan sehari-hari sebagai pelimbang timah untuk kesembuhan anaknya. Dalam waktu dekat dibantu dinas kesehatan mereka akan membawa Alsy ke Jakarta untuk melakukan perawatan.

Dia mengaku merasa bahagia sekaligus cemas, mengingat sebagai kepala keluarga di rumah harus menafkahi istri dan anaknya, disisi lain harus menemani Alsy berobat.

"Keluarga kami seperti inilah, pekerjaan saya cuma nyari tailing timah, istri saya tidak bekerja. Kalau rumah bisa dilihat sendiri televisi aja pemeberian orang, rumah dinding dari kayu lantai tanah beralaskan terpal, apa adanyalah," terang bapak dua anak ini. 

(Bangka Pos/Nordin)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved