Pilpres 2019

Refly Harun Beberkan Soal Permohonan BPN, Status Ma'ruf Amin dan Putusan Mahkamah Konstitusi

Refly Harun mengatakan perbaikan permohonan dari BPN akan diterima atau tidak tergantung dari cara pandang MK.

Refly Harun Beberkan Soal Permohonan BPN, Status Ma'ruf Amin dan Putusan Mahkamah Konstitusi
Capture Youtube Indonesia Lawyers Club
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun membeberkan 5 argumentasi kubu pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

BANGKAPOS.COM - Tim hukum Prabowo-Sandi mempersoalkan status Maruf Amin di Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah, begini penjelasan Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun.

Tim hukum Prabowo-Sandi menggunakan status Maruf Amin sebagai senjata ampuh agar Mahkamah Konstitusi mendiskualifikasi Jokowi-Maruf Amin.

Upaya itu dilakukan dalam sidang MK mengenai sengketa Pilpres 2019.

Lantas bagaimana sebenarnya status kedua bank itu?

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun memberikan tanggapan soal status Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah jika ditilik dari penafsiran Undang-Undang (UU) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Hal itu disampaikan Refly Harun dalam menanggapi polemik Calon Wakil Presiden (Cawares) 01, Maruf Amin yang diduga masih memiliki jabatan di BUMN.

Terungkap Alasan KPU Terima Maruf Amin Mendaftar Cawapres Meski Jadi Dewan Pengawas 2 Bank

Diketahui bahwa polemik jabatan Maruf Amin ini mencuat setelah adanya perbaikan permohonan gugatan sengketa hasil pilpres, dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kepada Mahmakah Konstitusi (MK).

Menanggapi hal itu, Refly Harun kemudian menjelaskan perbaikan permohonan dari BPN akan diterima atau tidak tergantung dari cara pandang MK.

Dijelaskannya bagaimana status Bank Syariah Mandiri dan BNI syariah jika dilihat dari tafsiran UU BUMN.

"Ini tergantung cara pandang MK dalam melihat ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Refly Harun, dikutip TribunWow.com dari 'Kabar Petang' tvOne, Kamis (13/6/2019).

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved