SFC Selesaikan Masalah Gaji Tiga Mantan Penggawa, Sempat Jadi Polemik Akibat Salah Persepsi

Sempat menjadi polemik pada sidang perdana Gugatan Perdata para pemain Sriwijaya FC, tunggakan gaji akhirnya tuntas.

SFC Selesaikan Masalah Gaji Tiga Mantan Penggawa, Sempat Jadi Polemik Akibat Salah Persepsi
TRIBUN SUMSEL / PETRUS MARUDUT
Para pemain SFC melakukan perenggangan otot usai melakukan sesi latihan dalam mempersiapkan pertandingan babak 16 besar Piala Indonesia melawan Madura United dalam sesi latihan yang berlangsung di stadion atletik Jakabaring Sport City Palembang, Selasa (12/2/2019). 

BANGKAPOS.COM - Sempat menjadi polemik pada sidang perdana Gugatan Perdata para pemain Sriwijaya FC soal tunggakan gaji yang digelar, Rabu (12/5/2019) siang lalu, akhirnya tuntas.

Masalahnya hanya pada perbedaan persepsi soal besaran sisa pembayaran gaji untuk Sandy Firmansyah, Mahamdou Al Hadji dan Marckho Sandy.

Pihak manajemen Sriwijaya FC, telah menyelesaikan permasalahan tunggakan terhadap tiga pemain musim 2018 saat masih di Liga 1.

Faisal Mursyid sekretaris umum PT Sriwijaya Optimis Mandiri (PT SOM) menjelaskan bahwa, permasalahan manajemen Sriwijaya FC dengan tiga pemain itu, bukan belum dibayar sama sekali. Melainkan ada perbedaan perhitungan.

Manajemen pro aktif melakukan komunikasi dengan ketiga pemain tersebut dan sudah rampung Rabu malam.

"Alhamdulillah masalah tunggakan kami dengan ketiga pemain sudah selesai. Tadi jam 14.00 WIB kita sudah transfer ke tiga pemain tersebut," kata Faisal, Kamis, (13/6/2019), kutip Bangkapos.com dari Sripoku.

Menurut dia, permasalahan Marckho Sandy terjadi pada musim kompetisi 2017/2018. Ada selisih gaji satu bulan berikut down payment.

"Marckho ini hanya perhitungan gaji selisih satu bulan pada 2017/2018. Bukan soal down payment (DP), rincian kekurangan Rp30 juta," ujarnya.

Sementara Sandy Firmansyah ada sedikit perbedaan persepsi terkait selisih perhitungan saat mengundurkan diri pada pertengahan musim lalu.

"Sandy juga masalah gaji. Yang belum dibayarkan kepada Sandy Rp15 Juta," kata Uda sapaannya.

Adapun persoalan Al Haji hanya masalah perbedaan kurs saat pembayaran, hal ini sudah clear dan sang pemain bisa menerima.

"Khusus untuk Al Haji bukan soal selisih atau tunggakan tapi hanya selisih kurs. Total kekurangan hanya Rp 6 Juta," katanya.

Setelah semua sangkutan pada pemain beres, ke depan saran dari pengacara APPI agar dibuat surat perdaimaian antara kuasa hukum Sriwijaya FC dan para pemain.

"Setelah buat surat perdamaian, angka (piutang) tersebut akan dituangkan dalam surat perdaiaman, bisa terjadi nanti cabut gugatan," ujarnya.

Sebelumnya manajemen Sriwijaya FC dilaporkan 28 pemain Sriwijaya FC musim sebelumnya ke Pengadilan Negeri Palembang perihal tunggakan gaji. Bahkan sudah menjalani sekali sidang.

Editor: tidakada017
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved