Berita Pangkalpinang

Soal Gatal-gatal Diduga dari Ulat Bulu, Wali Kota Masih Tunggu Hasil Kesehatan Warga Pangkalarang

ada 396 warga Pangkalarang yang mengalami keluhan gatal-gatal disekujur tubuh dan telah diberikan obat oleh tenaga medis.

Soal Gatal-gatal Diduga dari Ulat Bulu, Wali Kota Masih Tunggu Hasil Kesehatan Warga Pangkalarang
Bangka Pos/Ira Kurniati
Wali kota Pangkalpinang, Maulan Aklil meninjau posko kesehatan di Pangkalarang, Kamis (13/6/2019) 

BANGKAPOS.COM - Posko kesehatan di Pangkalarang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam masih siaga untuk menerima laporan dan memberi penanganan bagi warga sekitar yang mengalami gatal-gatal, Kamis (13/6/2019).

Ingin mengetahui kondisi terkini yang dialami warga empat RT di Pangkalarang, Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) meninjau ke lokasi bersama pejabat pemerintah Kota Pangkalpinang lainnya.

Setelah berbincang dengan tenaga kesehatan dan menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung, Molen menuturkan masih belum dapat memastikan penyebab gatal-gatal yang dialami warga akibat pengaruh wabah ulat bulu. 

"Belum fix ini karena ulat bulu. Dikaji dulu di laboratorium provinsi karena mereka yang punya. Tadi saya sudah telepon kepala dinasnya. Mudah-mudahan kita segera tahu apa penyebab penyakit ini," ujar Molen kepada bangkapos.com, Kamis (13/6/2019).

Molen menjelaskan pengambilan sampel untuk uji laboratorium akan dilakukan pada malam hari sehingga besok atau lusa hasil pengecekan tersebut sudah dapat diketahui. Setelah itu, Dinas Kesehatan Pangkalpinang yang menangani permasalahan ini akan menangani dan memberikan pengobatan sesuai keluhan dan hasil analisa dokter terkait penyakit yang diidap. Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi agar dampak ini tidak mewabah ke masyarakat lainnya.

Dari data petugas kesehatan puskesmas Pangkalbalam, sudah ada 396 warga Pangkalarang yang mengalami keluhan gatal-gatal disekujur tubuh dan telah diberikan obat oleh tenaga medis. Sebelumnya masyarakat menduga keluhan gatal-gatal ini dibawa oleh hama ulat bulu yang sekitar seminggu lalu banyak ditemukan berserakan di sekitar rumah warga yang berada di pesisir sungai.

Rahmi salah seorang warga sekitar mengaku kondisi saat ini sudah mulai membaik setelah meminum obat dan menggunakan obat oles yang diberikan petugas. Dia sudah mengalami keluhan gatal-gatal sekitar dua bulan lalu, namun dirasa hanya alergi biasa sehingga hanya meminum obat generik yang dibelinya dari warung.

Setelah beberapa minggu terakhir, rasa gatal semakin menjadi-jadi, ditambah keluhan warga lainnya yang merasakan hal serupa sehingga melalui kader di kelurahan setempat, mereka melaporkan permasalahan ini ke Dinas Kesehatan untuk segera ditangani.

"Kalau kemarin lebih parah. Ini sudah mendingan gatal nya. Cuma memang masih ada bekas dari gatal-gatal tempo hari," sebut Rahmi

(Bangka Pos/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved