VIDEO: Ibu Muda Ini Jamin Terasi yang Dijualnya Tanpa Bahan Pengawet

Siapa yang tak kenal terasi. Penyedap rasa yang biasa disebut belacan itu sangat diminati. Selain dicampur ke menu masakan,

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Siapa yang tak kenal terasi. Penyedap rasa yang biasa disebut belacan itu sangat diminati. Selain dicampur ke menu masakan, terasi juga jadi bahan utama pembuatan sambal. Terasi yang sangat populer berasal dari Kota Toboali Bangka Selatan.

"Terasi Toboali Alhamdulilah nggak pakai bahan yang macam-macam, tidak pakai pengawet, cuma udang pakai garam," kata Devi (23), keluarga pembuat sekaligus penjual terasi di Kampung Padang Kelurahan Ketapang Kecamatan Toboali Bangka Selatan, Kamis (13/6/2019).

Kepada Tim Inspirator Bangka Pos, Rusmiadi, Teddy, Ajie, Respi, Tomi, Kris, Fery dan Anthoni, si janda beranak dua itu memastikan minat konsumen pada terasi di daerah ini sangat tinggi. Sang ibu kata Devi sangat mahir mewarisi ilmu pembuatan terasi dari sang nenek, sejak dulu.

"Proses pembuatannya tidak ribet, tergantung cuaca. Kalau cuaca panas, terasi bisa kering dalam sehari, kalau cuaca mendung, dua sampai tiga hari. Dalam seminggu kami bisa jual 30 bungkus terasi ukuran kemasan 1 kg atau 60 bungkus ukuran setengah kilogram," katanya.

Sedangkan harga terasi, relatif terjangkau. Harga terasi tergantung kelas. Namun rata-rata harga terasi dibanderol Rp 70 Ribu hingga Rp 100 Ribu perkg. "Jual terasi menjadi mata pencarian keluarga kami. Harga kisaran satu kilogram sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 100 Ribu, tergantung kelas atau kualitas. Tapi rata-rata kalau kemasan kecil ukuran 0,5 Kg harganya Rp 35 Ribu," kata perempuan si baju merah tersenyum.(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved