Breaking News:

Sidang Gugatan Pilpres di MK Bergulir Beredar Info Medsos Kembali Dibatasi, Begini Kata Wiranto

Sidang Gugatan Pilpres di MK Bergulir Beredar Info Medsos Kembali Dibatasi, Begini Kata Wiranto

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
infokomputer.grid.id
49 Persen Netizen Indonesia Pernah Jadi Korban "Bullying" di Medsos 

"Padahal saya tidak transaksi di m-banking. Hanya cek saldo saja. Tapi pas dicek sudah kosong uangnya," katanya.

Ia lalu melapor ke pihak bank untuk menanyakan uangnya yang tiba-tiba hilang. Dari keterangan pihak bank, mimin jadi orang ketujuh yang melaporkan hal serupa.

"Kasusnya sama pakai VPN terus buka m-banking. Saldonya sampai habis," ucapnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat yang menggunakan VPN untuk berhati-hati. Lebih baik mencopot aplikasi tersebut ketimbang data pribadi tersedot.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Rudiantara sempat menjelaskan adanya bahaya menggunakan VPN.

Dilansir dari tayangan Kompas Petang, Kamis (23/5/2019), Rudiantara juga memberikan opsi selain VPN yang lebih aman digunakan.

Hal ini bermula saat sang pembawa acara bertanya soal kebijakan Kominfo yang masih dianggap kurang efektif. 

"Pak Rudiantara banyak pihak yang mengingatkan bahwa ketika diambil kebijakan pembatasan sosial media dan juga saluran tertentu masih ada saluran lain yang bisa digunakan untuk hal-hal yang tidak baik atau hal-hal yang berpotensi untuk menyebarkan juga informasi-informasi yang belum bisa diverifikasi, bagaimana pemerintah melihat ini?," tanya pembawa acara.

Rudiantara lalu menjawab beberapa kelemahan VPN.

"Itu sudah diperhitungkan, salah satunya adalah melalui VPN, kan selalu dikatakan kita bisa by pass melalui VPN Virtual Private Network saya justru sarankan hati-hati, hindari VPN," ujar Rudiantara.

Ada beberapa alasan Menkominfo melarang untuk menggunakan VPN.

"VPN yang gratis terutama ya, VPN yang gratis ini bisa kita terdampak terbukanya data-data pribadi kita itu satu," kata Rudiantara.

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan bahwa penggunaan VPN juga dapat menyebabkan serangan malware.

"Kedua itu bisa menjadi masuknya malware ke ponsel kita jadi hindari itu."

"Juga kalau yang gratis tetap saja begitu menggunakan aplikasi WA melalui VPN itu tetap saja kalau video dan gambarnya tidak bisa atau minimal lemot gitu lo."

Rudiantara lalu mencontohkan negara maju sekelas Tiongkok yang juga dibatasi dalam penggunaan WhatsApp (WA).

"Ini sebaiknya kalau kita lihat Tiongkok sekalipun negara yang semuanya dikontrol, WA tidak bisa, WA call tidak bisa di sana tapi menggunakan VPN bisa," imbuhnya.

Pembawa acara lalu menegaskan bahwa VPN bisa berbahaya untuk akses ke media sosial.

"Ini juga berbahaya juga ya menggunakan VPN untuk akses ke media sosial dan juga aplikasi pesan singkat?" tanya pembawa acara lagi.

Rudiantara membenarkan pernyataan pembawa acara Kompas TV itu, tapi memberikan pengecualian

"Betul, kecuali mau bayar 2 juta tiga juta mungkin ya tapi siapa sih yang mau bayar 2,3 juta," kata Rudiantara sambil tertawa.

Pakai Browser Opera Lebih Aman

Ada cara membuat internet kembali normal tanpa download aplikasi VPN atau mengganti DNS yang berbahaya.

Cara tersebut dengan menginstal aplikasi Opera pada HP ataupun komputer yang biasa anda pakai. SURYA.CO.ID sudah mencoba pemakaian aplikasi Opera tersebut dan berhasil mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan normal.

Adapun cara memanfaatkan aplikasi Opera untuk mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan nomal adalah anda harus menginstal terlebih dulu.

Setelah menginstal aplikasi tersebut, anda perlu melakukan setting aplikasi opera agar bisa mengoperasikan Whatsapp (WA) Facebook (FB) dan Instagram (IG) dengan normal. (Kominfo/Surya.id - Sumber Klik di Sini)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved