Berita Bangka Tengah

Kipas Angin Bak Hiasan dan Berdebu Pekat, Pedagang Koba: Belum Pantas Disebut Pasar Modern

Pedagang mengaku lelah melaporkan kondisi kipas angin yang tidak pernah difungsikan kepada pemerintah dan hanya menjadi hiasan hingga berdebu

Kipas Angin Bak Hiasan dan Berdebu Pekat, Pedagang Koba: Belum Pantas Disebut Pasar Modern
Bangka Pos/Jhoni Kurniawan
Kipas Angin yang nampak berdebu pekat di Pasar Modern Koba 

BANGKAPOS.COM -- Pedagang di Pasar Modern Koba mengeluhkan kondisi bagian dalam pasar yang pengap tanpa ada pendingin udara.

Adi seorang pedagang Daging Ayam yang ditemui di Pasar Modern Koba pada Sabtu, (15/6/2019) mengaku telah lelah melaporkan kondisi kipas angin yang tidak pernah difungsikan kepada pemerintah terkait dan hanya menjadi hiasan hingga berdebu pekat.

"Lihat saja pak, kipas angin di sini hanya menjadi hiasan bahkan sampai-sampai nenghitam akibat debu", ujar Adi sambil menunjuk satu di antara puluhan kipas angin yang terpasang.

Saat diperhatikan lebih dekat, kipas angin di Pasar Modern Koba memang nampak kusam akibat debu yang kemungkinan telah lama menempel tanpa dipergunakan.

Jumlahnya tidak pula sedikit karena dari pantauan bangkapos.com, hampir disetiap sisi dinding pasar bagian dalam disediakan fasilitas kipas angin.

Adi menyebutkan jika diperhatikan secara teliti dan merinci kondisi pasar tempat ia berdagang belum cukup layak disebut sebagai Pasar Modern.

"Kalau dipikir-dipikir pasar nih lum layak disebut pasar modern pak", ucap Adi.

Alasan Adi menyebutkan belum layaknya pasar tempatnya berdagang disebut Pasar Modern karena kondisi pasar yang tidak begitu bersih dan tertata rapi. Belum lagi bagian atas (lantai dua) pasar yang sama sekali tidak difungsikan, tangga berjalan (eskalator) tak berfungsi, ruko yang tak rapi dan sebagainya.

"Kalau nek disebut sikok-sikok, banyak masalah di pasar nih (jika mau disebut satu-satu maka permasalahan di pasar ini banyak,"ujar Adi. 

Meski dengan segala kekurangan, Adi menyebutkan terpaksa tetap harus berdagang dengan kondisi seadanya karena dengan berdagang dirinya bisa mencari nafkah untuk kebutuhan istri dan anaknya.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved